Showing posts with label british council. Show all posts
Showing posts with label british council. Show all posts

Friday, August 01, 2008

Hellomotion, Bersandar pada Komunitas

Source: Kompas

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO / Kompas Images
Sebagian koleksi film animasi produksi Rumah Animasi Indonesia sejak tahun 2003 yang telah dipasarkan.
Minggu, 22 Juni 2008 | 03:00 WIB

Seperti para musisi indie, animator memanfaatkan benar yang namanya komunitas. Dengan komunitas, mereka menciptakan peluang ekonomi sendiri sekaligus bersama-sama menyampaikan aspirasi politik.

Salah seorang animator yang gigih membentuk komunitas adalah Wahyu Aditya (28), pemilik tempat kursus animasi Hellomotion di kawasan Tebet, Jakarta. Sejak empat tahun lalu, dia mencoba menghimpun komunitas animasi melalui festival film pendek dan situs internet.

Festival film itu bertajuk Hellofest yang digelar setiap tahun sejak 2004. Menurut Wahyu, setiap tahun, film yang ikut serta dalam Hellofest sekitar 150 buah, 80 persennya adalah film animasi. Festival yang berlangsung semalam ini biasanya dihadiri sekitar 3.000 orang. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, praktisi animasi, dan kurator film animasi.

Melalui festival ini, lanjut Wahyu, animator yang banyak tersebar di Indonesia bisa saling berinteraksi. Dari sini muncul animator-animator potensial.

”Beberapa di antara mereka kami ajak untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek yang bersifat komersial,” ujar Wahyu.

Wahyu juga mencoba menghimpun komunitas melalui situs internet bernama Kementerian Design Republik Indonesia dengan alamat kdri.web.id. Situs ini semacam kementerian virtual lengkap dengan kebijakan-kebijakannya. Setiap orang boleh mengirim karya desain grafis, animasi, atau ide liar yang berkaitan dengan kehidupan bangsa Indonesia. Pokoknya, situs ini bisa menampung ide-ide liar dan kritis.

Di situs itu ada sebuah film pendek bertajuk Najis Award. Film itu berupa gabungan karakter animasi dan potongan adegan sinetron. Di bagian akhir, film itu menobatkan sinetron yang mengumbar adegan tampar-menampar sebagai sinetron ternajis karena dianggap paling berhasil melecehkan logika.

Mereka juga mengkritik desain logo-logo yang dianggap kaku milik instansi pemerintah maupun swasta. Mereka menawarkan desain baru yang mereka anggap lebih oke, keren, dan funky. Situs itu, katanya, dikunjungi 800- 1.000 orang dari seluruh dunia setiap hari.

”Melalui situs itu kami memang ingin mengubah Indonesia dengan kekuatan alternatif, yakni kekuatan animasi. Sekalian, kami bisa menghimpun komunitas,” ujar Wahyu yang dipilih British Council sebagai International Young Screen Entrepreneur of The Year pada tahun 2007 karena sepak terjangnya dianggap berpengaruh kepada orang banyak.

Bagi Wahyu, komunitas sangat penting bagi orang-orang yang bergerak di dunia animasi. Mengapa? Karena hampir semua industri animasi dijalankan dengan sistem outsourcing. Sebuah film animasi bisa dikerjakan beramai-ramai oleh animator dari berbagai negara.

Wahyu kini sedang menyiapkan sebuah film animasi dengan sistem crowdsourcing. Maksudnya, sistem yang sumber daya dan dananya berbasis pada komunitas yang disebut Wahyu sebagai crowd.

”Saya membuat ceritanya dan di-publish di internet. Crowd bisa mengomentari cerita itu atau memberi dana. Nanti saya akan mencantumkan nama pemberi dana pada film itu,” papar Wahyu.

Setelah film jadi, film itu akan ditonton dan didistribusikan oleh komunitas. Menurut Wahyu, sistem ini sudah digunakan sejumlah animator independen di seluruh dunia untuk mengurangi ketergantungan pada pemilik modal.

Kalau sistem itu berjalan, komunitas animasi mungkin bisa menggoyang hegemoni pemodal besar yang bermain di bisnis ini. (Budi Suwarna)

Thursday, March 06, 2008

Undangan bertemu Pangeran Andrew

"Wah saya terlambat nih, demikian pikir saya!" sambil saya bergegas masuk ke ruang Ceria di Hotel Shangrila. Hari ini istimewa, saya mendapat undangan menghadiri ramah tamah bertemu dengan Pangeran Andrew, Duke of York dari UK. Wah, tidak setiap hari mendapat undangan sekelas ini :)

"Ayo silakan masuk, semua sudah di dalam, sebentar lagi Pangeran akan masuk!" demikian ujar resepsionis dari yang ada di depan.

Setelah mengenakan badge berlabel coklat, saya langsung bergabung dengan teman-teman dari industri kreatif yang sudah memenuhi tempat di ruang Ceria.

Beberapa wajah yang aku kenal di antaranya adalah Pia Alisjahbana dari Femina Group, juga Harry Darsono desainer fashion kondang. Yoris Sebastian, pemenang IYMEY (International Young Music Entrepreneur) 2006 menyapaku. Dan ternyata seluruh finalis IYCEY (International Young Creative Entrepreneur), ada di sini, seperti Wahyu Aditya pemenang kategori film, Deli Makmur pemenang kategori fashion, dan banyak lagi.

Tidak lama kemudian, Pangeran Andrew masuk, dengan senyumnya yang menawan, kelihatan segar dan ramah. Ia menyalami seluruh hadirin dengan antusias, dan menariknya, ia langsung akrab berbincang dengan setiap dari kita. Saya pikir, wow, ini kualitas negarawan yang bisa membuat dirinya diterima setiap orang, dan mau meluangkan waktu meskipun hanya sekian menit untuk setiap kita agar merasa special! Belum pernah ada apresiasi seperti ini oleh negarawan di negeri sendiri.

Ia bertanya "Hmm, what is animation activist?" kepada Wahyu Aditya, atau "What do you think about art influence architecture or the other way around?" kepada Gustav, pemenang IYCEY untuk Design, dan "Wow, so many architect here!" kepada kita semua. Ia juga mencoba kursi hasil rancangan Leo Theosabrata. Brilliant! And very appreciative to all of us!

Acara yang berlangsung hanya 1 jam itu mampu mencair dan kita semua menjadi akrab karena kesempatan bertegur sapa dengan rekan-rekan. Bahkan mas Yudhi dari British Council mengajak saya untuk sharing my latest project, Ideopoliz kepada teman-teman di situ. Sekaligus kesempatan baik bertemu dengan wakil dari Binus, UPH, mas Djuhara dari IAI dan teman saya, pak Irvan dari FGD.

Sayangnya tidak boleh membawa kamera :) Anyway, oleh-oleh saya adalah undangan dari British Council. Nice experience!

Saturday, April 07, 2007

Love & Money @ 1001 Inspiration

After its’ success at the Pelita Harapan University Design Week, the Love and Money exhibition is coming to Jakarta’s newest and most stunning mall, Senayan City.

Taking part in the 1001 Inspirations Design Festival, this once-in-a-lifetime exhibition feature over 160 designs items –from animations to architecture, from furniture to real scooter, and from computer games to jewellery.

It took over three containers to bring it to Indonesia.

Organised in partnership with the Digital Studio College and Concept Magazine, the exhibition showcases 20 of the most globally well-known and commercially successful UK designers. This includes Jamie Hewlett (creator of the Gorillaz), Rockstar Games (Grand Theft Auto), architect Zaha Hadid, designer Tom Dixon (Habitat), and fashion’s dynamic duo Eley Kishimoto.

The exhibition brought to Indonesia the most tangible proof of UK’s expertise and experience in developing a world-class creative economy and highlights the culmination of BC Indonesia’s 2006-2007 creative industry programmes.

Today, the creative industry is the second largest sector in the UK after banking, contributing £ 121.6 billion per year to the country’s economy.

The exhibition’s exciting five day programme includes talk show with Eley Kishimoto, the Digital Studio exhibition, and a Debenham’s fashion run. The 1001 Cover Concept competition, meanwhile, is to be awarded a prize by the Indonesian Record Museum as the only magazine featuring the most cover designs within one edition.

The festival and UK exhibition is garnering strong government and industry support with sponsorship by the Department of Trade, Indonesian Design Power, Chevrolet, Metro TV, Adobe, Senayan City, Hewlett-Packard, and various professional and media partners.

Designers exhibiting in Love & Money:

Source: http://www.britishcouncil.org/indonesia-arts-loveandmoney.htm