Showing posts with label seminar. Show all posts
Showing posts with label seminar. Show all posts

Saturday, September 12, 2009

How Engineers Create Digital Business

09 July 2009 | 16:28

Ikatan Alumni ITB menyelenggarakan Workshop How Engineers Create Digital Businesses. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu 4 Juli 2009 di Gedung Research Development Center Telkom menampilkan tiga orang pembicara, yaitu Andi S. Boediman  CIO PT. Metranet, Eka N. Ginting CEO PT. Indo.com , dan Widi Nugroho Kepala Content & App Task Force PT. Telkom.
Kegiatan dibuka oleh Rinaldi Firmansyah, Ketua Bidang Pelayanan & Hubungan Alumni. Dalam sambutan pembukaannya Rinaldi menyampaikan bahwa Workshop ini merupakan seri pertama dari rangkaian program Engineer Guide Series yang diselenggarakan oleh Bidang Pelayanan & Hubungan Alumni PP IA-ITB. “Engineer Guide Series ini saya ambil dari kata Schaum Series, buku kalkulus lengkap yang dipakai semasa kuliah di ITB”, kata Rinaldi.
Workshop yang terdiri dari tiga sesi ini berlangsung selama 3,5 Jam dengan moderator Joddy Hernady, Ketua Departemen Pelatihan dan Pengembangan Alumni PP IA-ITB.
Sesi pertama disampaikan oleh Andi S. Boediman, dengan materi Digital Creativity That Changed the World. Dari judulnya saja, materi ini sudah memukau, dan terbukti penyampaian Andi mampu memukau peserta. Pada sesi ini Andi menyampaikan hal-hal yang bersifat fundamental atau mendasar mengenai bisnis digital dan bagaimana bisnis digital telah mengubah dunia terutama dalam hal jaringan. “Jaringan adalah hal yang penting buat kesuksesan seseorang”, kata Andi. Andi menyampaikan juga:  “semakin luas jaringan kita, semakin besar peluang kita untuk sukses. Sebagai alumni yang menyandang nama ITB, anda diuntungkan. Karena itu tidaklah mengherankan kalau banyak perusahaan besar menjadikan alumni ITB sebagai karyawannya”. Tapi, ada satu hal jauh lebih penting yaitu who knows you? Semakin banyak orang kenal anda, semakin luas jaringan anda. Contoh terbaru adalah Manohara dan Rani Juliani”, tegas Andi.


Sesi kedua oleh Eka Ginting, dengan materi Indo.com: Digitalpreneurship case study. Untuk melengkapi sesi satu, dalam sesi kedua ini Eka menceritakan studi kasus bisnis digital, yaitu perjalanan bisnis Indo.com yang didirikannya. Indo.com merupakan perusahaan e-travel pertama di Indonesia. Eka menceritakan tentang bagaimana proses dia mendirikan dan menjalankan perusahaan ini, yang katanya berdarah-darah. Memang tak ada bisnis yang mudah. Sesi kedua ini memberikan gambaran yang lebih detil tentang seluk beluk bisnis digital atau disebut dengan digitalpreneurship. Eka juga menambahkan bahwa peluang bisnis digital di Indonesia masih sangat terbuka. Namun tantangan terbesarnya adalah bagaimana mencipatkan ecosystem yang mampu mendukungnya. Broadband access, Payment System, Financing dengan venture capital dan exit strategy seperti IPO di Negara maju untuk perusahaan-perusahaan sejenis ini merupakan bagian penting dalam ecosystem bisnis digital ini, paparnya.


Sesi ketiga oleh Widi Nugroho, dengan materi INDIGO Fellowship 2009. Sesi ketiga merupakan sesi penutup yang mengurai tentang solusi pendanaan dan marketing bagi para peminat bisnis digital. Indigo Fellowship merupakan inisiatif PT Telkom untuk menumbuhkan industri kreatif digital di Indonesia. Fellowship ini diberikan kepada perorangan maupun kelompok dengan usulan kegiatan yang memiliki nilai ekonomis. Telkom akan memberikan bantuan “hibah” dan fasilitas sesuai kebutuhan dengan nilai maksimal sebesar 50 juta rupiah.



Walaupun kegiatan berlangsung cukup singkat dan dilaksanakan di pagi hari kota Bandung yang dingin, tapi sangat efektif dan mampu membakar semangat peserta, sampai-sampai salah seorang peserta mengucap kata “WOW”.

Acara yang diikuti oleh 90 orang peserta baik dari Alumni ITB, mahasiswa ITB maupun umum, didukung penuh oleh PT Telkom.

Mencermati Perilaku Masyarakat di Era Digital

Source: Unpad
Laporan oleh: Erman
[Unpad.ac.id, 2/06] Teknologi telah semakin berkembang, begitu pun dengan teknologi media. Perkembangan teknologi ini juga membawa dampak terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan  media massa, dan pada akhirnya juga merubah pola pemasaran yang efektif di era digital seperti saat ini.

Andi S. Boediman (Foto: Dadan T)
 Andi S. Boediman dan Shinta W. Dhanuwardoyo (Foto: Dadan T)
Itulah salah satu benang merah yang terungkap dalam seminar bertema ”Print is Dead! The Rise of Digital Marketing” yang menghadirkan pembicara Direktur Digital Studio, Andi S. Boediman, dan CEO Bubu.com, Shinta W. Dhanuwardoyo di Ruang Serba Guna Gedung Lama Rektorat Unpad, Bandung, Selasa (2/06). Seminar dibuka oleh Kepala UPT Humas Unpad, Weny Widyowati, dan dihadiri sekira 200 mahasiswa.

”Sekarang ini jamannya digital. Bahkan penjualan compact disc saat ini pun sudah ’habis’, sekarang era mp3 dan ring back tone (RBT). Kelompok musik Samsons dari Indonesia punya penjualan RBT paling tinggi di dunia, game online banyak digandrungi, belanja online juga,” ujar Andi.
Lebih lanjut Andi mengatakan, kini banyak perusahaan yang cenderung memilih media pemasaran digital daripada media pemasaran era sebelumnya seperti print, radio, serta televisi. Selain  sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini, iklan melalui media digital juga memungkinkan untuk ditelusuri efektivitasnya secara detail.

”Kalau lewat radio atau TV, kita tidak bisa melakukan tracking. Sementara iklan lewat media digital, seperti internet, bisa ditrack dengan jelas, berapa pengunjungnya, darimana asalnya. Itulah salah satu kelebihan iklan online,” ujar Andi.

Hal itu juga ditegaskan oleh Shinta W. Dhanuwardoyo, CEO of Bubu.com. Menurut Shinta, internet telah mengubah cara konsumen berkomunikasi.  ”Jika melalui media massa cetak,  billboard, serta TV, bentuk komunikasi pemasaran biasanya bersifat satu arah, sementara digital marketing bisa bersifat interaktif,” ujar Shinta, sambil mencontohkan situs jejaring sosial Facebook juga merupakan salah satu bentuk personal digital marketing.

“The Rise of Digital Era” adalah juga tema pelaksanaan Bubu Awards tahun ini. Bubu Awards merupakan ajang kompetisi nasional bidang kampanye digital yang telah memasuki pelaksanaan tahun ke-6. Seminar ini, yang selain diadakan di Unpad juga diselenggarakan di beberapa kampus lain, merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bubu Awards yang bertajuk “Road to BubuAwards, The Rise of Digital Era V.06″. Salah satu kategori yang diperlombakan dalam Bubu Awards adalah Education Category yang menilai penampilan website universitas dan lembaga pendidikan pada umumnya. *

Saturday, July 05, 2008

Fire Up Your Colorful Inspiration Seminar 22-23 Juli 2008

_______________________________________

22 July Creative Workshop at Digital Studio College
Fire Up Your Comic Creation Workshop by Chris Lie
Fire Up Your Animation Workshop
by Deswara 'Adez' Aulia

23 July Creative Seminar at Blitz, Megaplex Grand Indonesia
Fire Up Your Colorful Inspiration Seminar
Anuchai Secharunputong, Steven Read, Chris Lie, Andi S. Boediman

as part of 1001 Inspiration Design Festival

organized by
Digital Studio & Concept Magazine

_______________________________________

Lihat topik & info seminar & workshop di Slideshare






_______________________________________

Fire Up Your Comic Creation Workshop
Tuesday, 22 July 2008 (9 to 3 pm)
at Digital Studio College

  • CHRIS LIE (World-class comic artist)
    Chris Lie is worldwide reknown for for his works on GI-Joe comics. At present, Chris handles many multinational companies clients such as AXN, Cartoon Network Asia, Burger King, MTV Asia, THQ and many others.

Workshop Topic:
Storytelling and Comic Making Workshop
Learn to engage readers through the power of storytelling in visual language

BLOGGER_PHOTO_ID_5218050295309792002BLOGGER_PHOTO_ID_5218050303021527890
Komik GI Joe, menampilkan karakter tentara Amerika


Fire Up Your Animation Workshop
Tuesday, 22 July 2008 (9 to 3 pm)
at Digital Studio College
  • DESWARA AULIA (Senior Producer at Infinite Frameworks)
    Adezisa long time character animator turn into a senior producer thatb ring together a team of animators to create a fulls cene for film production. His credits include a few TV Commercials and Sing to the Dawn-the first 3d animated film in Indonesia.

Workshop Topic:
Breaking the Process of 3D Character Animation Production
Experience the working process of creating a real world scene for a 3d animation film production

BLOGGER_PHOTO_ID_5218585004731018770
Poster Sing to The Dawn

_______________________________________

Fire Up Your Colorful Inspiration Seminar
Wednesay, 23 July 2008 (9 to 4 pm)
at Blitz Mega Plex Grand Indonesia


Seminar Speakers:

  • ANUCHAI SECHARUNPUTONG (World Best Commercial Photographer)
    Anuchai has been ranked as one of the best commercial photographer inthe world byArchive magazine. His photography has won Clio and his achievements are announced in 200 best Ad photographers Worldwide Book 2004-2007
    (www.luerzersarchive.com).
Seminar Topic:
The True Color of Creativity
The secret of color and composition that tells a story about my perception and the beauty of color with all the extra meanings behind it.

BLOGGER_PHOTO_ID_5217854510194504146
CANNES 2007 AWARD WINNER Mul-T-Lock

BLOGGER_PHOTO_ID_5217854517031110418
CANNES 2007 LIONS WINNER Tesco Superstore
  • STEVEN READ (Former Cg Supervisor of box office animation movie "Happy Feet")
    Steven Read responsible as the CG supervisor of Sing to the Dawn. This US$5 million 3d animated film is a joint collaboration between Indonesia & Singapore. Steven also highly involved as technical advisor in the acclaimed animation movie such as Happy Feet and Brother's Grimm.
Seminar Topic:
The Making of Sing to the Dawn
Understand the complex process to create a 3D animated film.



  • ANDI S.BOEDIMAN (Indonesia's Creative Industry Evangelist)
    Andi sees himself as a creative evangelist.
    Hisworks has been published and showcased internationally and has won prestigious awards such as Western Art Director Club and International Designers Networks. The Founder of the successful Digital Studio Creative Education.
Seminar Topic:
The Power of Color in Visual Design
Find the tips and techniques to control color that affect our emotion


  • CHRIS LIE (World-class comic artist)
    Chris Lie is worldwide reknown for for his works on GI-Joe comics. At present, Chris handles many multinational companies clients such as AXN, Cartoon Network Asia, Burger King, MTV Asia, THQ and many others.

Seminar Topic:
Revolutions in Comics
Learn how comic visual vocabulary has influence the language of film.

BLOGGER_PHOTO_ID_5218050302685909314
Drafted, komik politik

_______________________________________


Info & Invitation

021- 270 15 18 ( Elly /Denny)
or
021- 633 0950 (Digital Studio Cideng)
021-458 41018 (Digital Studio Kelapa Gading)

college@digitalstudio.co.id
www.1001inspiration.com

Workshop Invitation (+bonus seminar invitation) 900.000 IDR

Seminar Invitation 500.000 IDR

Sunday, March 02, 2008

Seminar UMN di Mal Gading Serpong






Mal Gading Serpong disulap menjadi UMN World (Universitas Multimedia Nusantara). Di sini kampus yang dimiliki oleh group Kompas Gramedia memberikan informasi tentang kampus, mahasiswa dan teknologi.

Saya diminta berbicara tentang Animasi dan entrepreneurship. Merupakan suatu kehormatan saya boleh berbicara bersanding dengan idola-idola saya. Beberapa tokoh idola saya, mas Dwi Koendoro ngobrol tentang Panji Koming dan Mas Wedha berbicara soal Digital Wedha. Mas Wedha adalah ilustrator Lupus, bacaan saya waktu masih muda :). Tidak ketinggalan, mas Arbain Rambey, wartawan foto senior Kompas juga sharing di sini.

Nikmati rekaman videonya: Andi, Wedha, Dwi Koendoro, Arbain Rambey

Monday, November 12, 2007

Seminar di Stikom Surabaya

Source: Stikom

CyberCampus – stikomedu,
Bagaimana caranya meraih sukses berkarir dalam dunia desain, terutama di Indonesia ? Itulah yang mengawali sosialisasi acara 1001 Inspiration dan Lomba 1001 Senyum Kratif Indonesia, yang diselenggarakan Digital Studio dan majalah Concept di Auditorium STIKOM Surabaya, Jum’at (9/11).

Sebelum menyampaikan sosialisasi acara dan lomba yang akan digelar, terlebih dulu Andi S Boediman yang bertindak sebagai pembicara membagi pengalamannnya selama menerjuni dunia desain. Pemilik Digital Studio College tersebut berbagi seluruh pengalamannya termasuk juga pengalaman terbarunya dengan menjadi seorang creative director untuk sebuah agency yang didirikannya.

Pengalaman-pengalaman yang dibagikan Andi diantaranya menyangkut proses pembuatan iklan beberapa kliennnya. Andi juga membeberkan beberapa rahasia dibalik proses kreatif iklannya, diantaranya iklan salah satu produk Es Krim Walls. Dimana saat melakukan foto produk, Andi terpaksa membuat replika produk es krim tersebut dari bahan kentang yang didesain sedemikian rupa, agar tidak cepat mencair saat dipotret.

Selain berbagi pengalamannya, Andi juga kerapkali memotivasi mahasiswa yang hadir agar mampu menjadi seorang kreator. Kreator yang dimaksudkannya disini ialah mahasiswa mampu membuat sebuah karakter yang nantinya akan menjadi sebuah brand yang akan dijualnya di dunia kerja.

“Coba liat bagaimana keuntungan si pencipta atau pemilik karakter Mickey Mouse bila dibanding perusahaan yang membuat replikanya dan kemudian dijual dipasaran? Pasti yang mendapat keuntungan lebih banyak Walt Disney, bukan perusahaan atau pabrik-pabrik dari Cina yang selama ini membuat mainan, boneka dan aksesoris lainnnya.” terang Andi saat mencontohkan pada mahasiswa.

Usai berpanjang lebar dengan berbagai pengalaman menariknya, Andi kemudian memulai mensosialisasikan acara dan lomba yang bakal dihelatnya bersama majalah desain Concept, 17 – 24 Juli 2008 mendatang. Dalam sosialisasi tersebut, Andi lebih banyak mendorong mahasiswa untuk ikut lomba cipta karakter yang bertemakan 1001 Senyum Kreatif Indonesia. Dalam lomba tersebut peserta diharuskan mengirimkan hasil kreasi dari karakter yang telah disediakan. Untuk dapat mengetahui update dan detail lomba yang mempertarungkan kreatifitas ini, panitia menyediakan informasi di website majalah Concept, http://www.conceptmagz.com.

Usai acara ternyata pengarang buku best seller, Photoshop Master Class ini tidak beranjak meninggalkan STIKOM Surabaya. Andi ditemani Wakil Ketua Bidang Akademik STIKOM Surabaya, Drs. Antok Supriyanto, M.MT dan dosen DIV Komputer Multimedia, Karsam M.A PhD menyempatkan melihat fasilitas yang dimiliki program studi DIV Komputer Multimedia, yang berada di lantai 6.[gun]

Thursday, November 08, 2007

Seminar di ITS

Source: Choirun's Blog

Beberapa saat lalu saya mampir di kampus ITS untuk sharing tentang ekonomi kreatif yang sangat terkait dengan game. ITS adalah salah satu kampus yang memiliki S2 di bidang game.
___________

Hari ini diadakan kuliah tamu dengan pembicara Andi S. Boediman selaku Director dari Digital Studio Jakarta. Acara yang dijadwalkan jam 13.00 akhirnya baru dilaksanakan jam 14.00 karena Pak Andi dan rombongan salah. Sebetulnya acara ini hampir jadi masalah ketika listrik di kampus ITS seluruhnya padam, termasuk di Lab Common Computing. Akhirnya acara dipindah ke ruang sidang 404 dan menggunakan Genset untuk mendukung penggunaan LCD Projector. Thanks God akhirnya acara dapat dimulai tepat jam 14.00.

Selain sebagai director Digital Studio, sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan yang konsen dibidang dunia advertising, animasi, multimedia, dan grafis komputer, Andi S. Boediman juga adalah seorang praktisi yang banyak menghasilkan karya yang punya nilai jual di pasaran. Selain itu, Andi S. Boediman juga cukup produktif untuk menghasilkan buku-buku yang berkaitan dengan bidang keahliannya, diantaranya adalah Photoshop Master Class.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa S2 dan S3 dari Game Technology tahun pertama. Seluruh hadirin antusias menyimak materi kuliah tamu yang dibawakan oleh Andi S. Boediman. Selain karena materi dan paparan yang menarik, Andi S. Boediman menyajikannya dengan gaya santai, nyaman dan tidak terkesan ‘jaim’. Banyak informasi terkait perkembangan dunia industri animasi, multimedia, dan game dengan data dari berbagai negara. Menurut Andi S. Boediman, dunia ide dan kreatifitas adalah lahan yang sangat potensial untuk dijual dimasa yang akan datang. Sehingga tantangannya adalah mencari ide kreatif yang laku dijual dipasar.

Pada akhir acara, Andi S. Boediman menyampaikan misi yang ’sebenarnya’ terkait dengan lomba pembuatan karakter asli Indonesia untuk kampanye ‘Senyum Tulus’ dengan nama PEYO. Model dari boneka ini dapat didownload di www.digitalstudio.co.id atau di www.conceptmagz.com. Pendaftarannya 50 ribu untuk 2 ide karakter yang didaftarkan.

Thursday, June 28, 2007

Diskusi Creative Industry in ICT

Source: CHIP Online


Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi nasional XII yang jatuh pada 10 Agustus 2007 nanti, Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia diskusi “Creative industry in ICT” di Indonesia. Diskusi yang diadakan pada tanggal 27 Juni 2007 lalu di Gedung BPPT2, Jakarta ini dipandu oleh Richard Mengko, staf ahli Menristek bidang teknologi pertahanan dan keamanan, serta menghadirkan pembicara Andi S. Boediman dari Digital Studio.

Image

Andi S. Boediman mengangkat masalah kepedulian negara-negara di luar Indonesia terhadap orang-orang yang memiliki potensi besar di bidang creative industry, walaupun orang-orang tersebut bukan warga negaranya. Sebenarnya, sudah banyak karya-karya luar, terutama di bidang animasi, yang dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli orang Indonesia. Ketidakpedulian pemerintah terhdap tenaga-tenaga ahli tersebut yang membuat mereka lebih tertarik untuk bekerja di luar negeri. “Indonesia sebenarnya memiliki potensi sangat besar dalam bidang creative industry. Kurangnya kepedulian pemerintah Indonesia terhadap anak-anak tersebut, seringkali membuat mereka lebih tertarik untuk bekerja di negara lain”, ujar Andi dalam diskusi tersebut. Selain ruwetnya masalah birokrasi, peraturan dan undang-undang yang berbeda di setiap departemen juga menjadi batu sandungan lambatnya kemajuan creative industry di Indonesia.

Diskusi juga menghadirkan tiga anak muda Indonesia yang telah telah memiliki nama di bidang creative industry. Ketiganya adalah Wahyu Aditya, pendiri sekolah Hello Motion yang bergerak pada dunia animasi 2D dan 3D; Bullit Sesariza, dari Matahari Studio; dan Yoris Sebastian, General Manager Hard Rock Café Indonesia. Ketiga orang tersebut menjelaskan berbagai keuntungan yang bisa didapat dalam creative industry. Oleh karena itu, mereka juga mengharapkan dukungan pemerintah dalam memajukan creative industry.

Tuesday, April 17, 2007

Inspiration Light Up @ Crowne Plaza

Inspiration Light Up
17-19 April 2007

Akhirnya pencerahan yang kamu nanti-nantikan itu hadir! Inspiration Light Up: Secrets from the Creative Maven dijamin akan membuat listrik dalam otak kanan kamu meloncat-loncat bahkan meletusletus layaknya petasan cina atau senapan mesin.

Inspiration Light Up berlangsung selama 3 hari di Crowne Plaza, Jakarta dan mengundang pembicarapembicara kondang dari luar dan dalam negeri. Sebut saja Birger Linke (Creative Director JWT Vietnam), Phil Mitchell (Infinite Frameworks), Patrick Cheah (DPC Design), Arief Budiman (Petak Umpet), Chirstian Tirtha & Lucas Ho (Progres Animation), Calvin Kizana (Elasitas), Djoko Hartanto (Concept), Andi S. Boediman (Digital Studio)

Di hari yang ke-3, Adobe juga akan berlaga di Seminar ini. Yang seru adalah seminar Adobe ini gratis! Ya, gratis untuk 100 orang pendaftar pertama. Jadi tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri untuk pemesanan tiket dan bersiaplah untuk menerima pencerahan kreatif itu.

Saturday, January 27, 2007

Seminar & Demo Rekayasa Foto Digital di Be Mall - Bandung

Ini hasil Google search atas seminar yang saya bawakan di Bandung bersama mas Roy Suryo.
________________________

Source: Brave New Girl | Catatan Harian Kupu-kupu

Sabtu 27 Januari 2007 kemarin, aku dan temanku mengikuti Seminar Rekayasa Foto Digital dan Manfaatnya Bagi Kita di Be Mall - Bandung. Dengan pembicara : Andi S.Boediman (Digital Studio), KRMT Roy Suryo (Pakar Multimedia) dan Taufik Dasaad (Photografer Profesional & Principal ME Photography Courses).

Aku mengikuti seminar ini karena ada bahasan tentang Adobe Photoshop dan ingin melihat Roy Suryo secara langsung yang biasa dilihat di TV. Seru, karena suasana seminar dibuat senyaman mungkin. Dengan jumlah peserta yang hampir 500 orang. Dari jam 9.30 am - 5.00 pm, badan terasa sakit karena tempat duduknya tidak nyaman :D. Sedangkan aku pergi dari rumah jam 6.30 am, mengantar Aldi ke sekolah, lalu menjemput temanku dan langsung pergi ke Be Mall. Pulang ke rumah hampir jam 9 pm. Phew...capek he he he...

Lumayan aku sedikit lebih bisa menggunakan Adobe Photoshop sekarang. Karena tadinya aku hanya bisa menggunakan Adobe Imageready (kebalik ya huahaha). Lucunya pembicara Andi S.Boediman ternyata pengarang buku yang sempat bukunya aku pegang beberapa minggu lalu waktu pergi ke Gramedia. Sekarang aku tahu harus membeli buku yang mana :-].

Ketika giliran Bapak Roy Suryo yang menjadi pembicara, tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga sampai pada jam akhir seminar. Kurang durasinya, ingin nambah lagi, karena seru az mendengarkan beliau berbicara (diselingi dengan pengalaman2nya). Lucunya sehabis acara, para peserta berlomba minta tanda tangan & berfoto dengan beliau. Sewaktu diskusi dengan Uda via sms "Memang pantas beliau jadi pakar multimedia sejati". Bagaimana tidak, di akhir acara, beliau menampilkan gambar rumahnya dengan 7 buah parabola di atas atapnya. Salut, Pak :-). Kapan-kapan seminar di Bandung lagi ya, Pak, he he he...

Tuesday, November 14, 2006

Design That Works Seminar + ADGI Chapter Surabaya Launching






Source: Surabaya Design Forum

Surabaya 14 September 2006 'nov' mendapat kesempatan hadir di Seminar yang digabung dengan launching ADGI chapter Surabaya. Acara dihelat di Mandarin Oriental Hotel / Hotel Majapahit dengan menghadirkan nara sumber dan parade poster finalis ADGI dengan mengambil tema Light Up The Spirit !.

Seminar terbagi membagi beberapa sesi, dengan 3 orang speaker :

  • Lans Brahmantyo ( After Hours Group ) Creativity that communicates
  • Sakti Makki ( Makki-makki Branding Consult) Building powerful brand expression through strategic branding program
  • Hermawan Tanzil ( LeBoYe ) Inside Graphic House-Inspiration+Mind+Soul

Overall acara berlangsung sangat hidup dan menarik, dari kapasitas maksimal ruang Balai Adhika full dengan semua peserta. Pertama kali setiap peserta harus registrasi ulang+mendapatkan kit dari para sponsor, lalu memasuki lorong parade poster dilanjutkan dengan pemotretan langsung untuk sertifikat.

Mr. Lans Brahmantyo sebagai speaker yang mendapat kesempatan pertama membawakan materi "Creativity that communicates" dengan membawakan beberapa portfolio diantara dari Istana Kepresidenan RI yaitu Rumah Bangsa Project. Dalam materi inti yang disampaikan adalah bagaimana sebuah karya creative tetap memiliki sebuah message atau mampu berkomunikasi.

Inventive
Getting the message across
Imaginative
Experimental
Artistic
Expressive
Innovative
Inspiring
Visionary
Enterprising
Resourcefull

Selanjutnya disambung dengan coffe break, hhmmm... karena jumlah peserta cukup banyak untuk sesi yang satu ini dan makan siang nanti para peserta harus berjubelan, mengantri untuk mendapat camilan, kopi atau teh. Walalu begitu nampaknya semua tetap kebagian bahkan ada yang terlena sampai lupa bahwa waktu sudah memasuki saat Mr. Sakti Makki sudah akan memulai presentasinya.

Dari pengamatan 'nov' ' Building powerful brand expression through strategic branding program' mendapat perhatian serius dari peserta. Mr. Sakti Makki benar-benar sakti, dengan membawakan case study project rebranding Bank BTPN yang saat ini sedang ditangani oleh MakkiMakki Branding Consult. Proses-proses rebranding yang disampaikan sangat detail dan sayangnya materi tidak dapat dishare karena memang masih bersifat confidential coz project masih belum usai. Inti dari presentasi ini, dalam sebuah proses branding terdapat 3 aspek penting yang harus dilakukan dengan baik, yaitu Perilaku, Ekspresi dan Komunikasi dannnn untuk proses Ekspressi dan Komunikasi brand hampir dipastikan selalu terkait dengan aspek Desain.

Pengalaman Coffe Break pada jam sebelumnya nampak beberapa peserta cukup bisa belajar, begitu mengintip lunch sudah siap mereka curi start duluan agar tak perlu berdesak-desakan antri lunch.

Sebagai speaker terakhir Mr. Hermawan Tanzil ( LeBoYe) membawakan 'Inside Graphic House-Inspiration+Mind+Soul' sebuah presentasi yang menarik dengan membawakan beberapa portfolio yang telah mendapatkan penghargaan international. Inti dari yang ingin disampaikan adalah, Sebuah desain yang bisa membuat hidup lebih indah, kaya dan berarti, 'Design Is My Life - Hand, Brain, Heart'.

Dalam setiap sesi speaker selalu diberikan kesempatan tanya jawab yang benar2 dimanfaatkan peserta dengan baik. Sebagai akhir dari rangkaian acara adalah pembagian doorprize dari para sponsor + launcing ADGI Chapter Surabaya.

Awalmula ADGI Sby ini adalah komunitas desainer surabaya dengan initial IDEAS yang telah lama vakum demikian juga dengan ADGI Chapter Jkt yang pernah beberapa belas tahun vakum juga, namun alhamdulillah setelah direvitalisasi bangkit lagi dengan kegiatan-kegiatan yang sejatinya memang diperlukan para designer.

Dalam sela-sela seminar 'nov' mendapat kesempatan ngobrol gayeng dengan salah satu presidium dan team revitalisasi ADGI Andi S. Boediman.

Nov : Pak opo sih resep membentuk komunitas dan menjaga agar tetap hidup
ASB : Cuma 1 ..!! Komitmen..!!! untuk membentuk, menumbuhkan dan menciptakan komitmen itu juga butuh waktu. Kalau satu hal itu dapat dilakukan yang lain bisa jalan sendiri.

Nah itu mungkin PR besar buat SDF, ADGI atau komunitas apapun agar tetap bisa solid dan hidup.

Sipapapun dan apapun bentuknya semoga dapat saling mengisi, memberi, menciptakan kondisi yang baik bagi para designer. Light Up The Spirit !!

Saturday, February 05, 2000

Seminar Peran Local Genius dalam Milenium Baru

Untuk acara di Surabaya kemarin yang dibicarakan topiknya adalah Peran Local Genius dalam Millenium baru. Pembicaranya adalah:
1. Tim Kreasindo membicarakan What is a Good Ad dan studi kasus Long Beach, Choc dan Teflon
2. Jennifer Lacroix, furniture designer dari Perancis yang tinggal di Bali membicarakan proses pembuatan furniture menggunakan bahan-bahan lokal dan diekspor ke Perancis.
3. Andi (Digital Studio) membicarakan sampel karya desain dari Amrik, Eropa & Asia yang mampu mendunia dan karya-karya pribadi yang mendapatkan penghargaan intenasional karena menggunakan konsep lokal.

Pengunjungnya adalah 85% mahasiswa dari berbagai PT dan 15% dari dosen serta kalangan profesional di sekitar Sby. Dari masukan panitia, dicapai kesimpulan bahwa materi-materi seminar yang sifatnya aplikatif seperti dari pembicara 1 dan 3 yang membicarakan proses dan studi kasus sangat diminati oleh peserta. Materi yang terlalu konseptual seperti dari
pembicara 2 terlihat kurang diminati.

Seminar Design Production & Animation for TVC

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas suksesnya seminar Digital Studio pada tgl 28-29 Februari lalu khususnya kepada Anima dan pak Dwi Koen serta pak Denny A. Djoenaid. Kepada rekan-rekan yang belum sempat hadir, saya ingin memberikan gambaran sedikit mengenai acara dan materi seminar yang disampaikan.

Tgl 28 Februari seminar Design & Production Guide for Quality Print Ad. dihadiri oleh sekitar 170 orang dari kalangan praktisi desain, pracetak, percetakan, penerbitan, mahasiswa dari Jakarta, Bali, Ujungpandang, Surabaya, Yogya dan masih banyak lagi. Materi yang disampaikan adalah persiapan materi iklan cetak agar didapatkan hasil cetak yang optimal yang disampaikan oleh Andi dari Digital Studio. Selain itu disampaikan juga aplikasi Color Management oleh Mr. Nakajima dari Garuda Warna Scan agar bisa terjadi 'what you see is what you get' pada komputer. Mayoritas pengunjung memberikan masukan agar materi seminar bisa dijadikan buku panduan sehingga bisa bermanfaat bagi publik secara lebih
luas.

Tgl 29 Februari seminar Animation and Special Effects for TV Commercial dihadiri oleh lebih kurang 110 orang dari kalangan awam hingga mereka yang bergerak di bidang broadcast, production dan post production house. Seminar diawali oleh pak Denny yang menyampaikan sejarah animasi konvensional secara singkat dan syarat-syarat menjadi animator yang baik. Pak Dwi Koen pada sesi kedua menyoroti aspek komersial dari pembuatan animasi pada iklan. Pada sesi terakhir, Pak Ruddy Limantoro dari Post Office menunjukkan karya-karya iklan hasil paska produksi di Post Office. Selain itu disampaikan juga kerangka kerja proses pembuatan iklan dari kaca mata paska produksi.

Dari kedua seminar, banyak dari kalangan peminat dan praktisi menganjurkan agar seminar semacam ini dibuat lebih rutin.

Demikian laporan kegiatan Digital Studio kepada seluruh rekan Anima.

Andi
Digital Studio