Showing posts with label blogger. Show all posts
Showing posts with label blogger. Show all posts

Sunday, December 06, 2009

Open Invitation to co-write Ideonomics: The Future of Media & Content

Dear fellow Bloggers, Media & Entrepreneur,

Aside from my responsibility as the Chief Innovation Officer of Mojopia – Telkom's new media initiative in ecommerce and content, I am preparing a thesis on Ideonomics: The Future of Media & Content which consists of thought leaders on:
  • the new media landscape, which combine conventional and new media
  • the convergence of communication, media and content
  • new media ecosystem and organization strategy to prepare this changes
  • media policy and its impact toward communication, media and content
  • the role of entrepreneurship and innovation
  • the preparation for future generation through creative education
As a reference, some of my writing can be viewed at http://www.kompasiana.com/ideonomics). The book and short documentary will hopefully be launched next June 2010.

I invite all fellow bloggers, media & entrepreneurs to share your stories, opinion and contribute ideas to enrich this thesis. I will include them in the book.

Keep inspired,
Andi S. Boediman
____________________

Kepada rekan2 Blogger, Media dan Entrepreneurs,

Di luar tanggung jawab sebagai Chief Innovation Officer dari Mojopia – anak perusahaan Telkom di bidang ecommerce dan konten, saya sedang mempersiapkan tesis Ideonomics: The Future of Media & Content yang berisi pikiran2 dan opini tentang:
  • lansekap dari media baru, yang mengombinasikan media konvensional dan media baru
  • konvergensi komunikasi, media dan konten
  • ekosistem dari new media dan strategi organisasi untuk mempersiapkan hal ini
  • regulasi media dan dampaknya terhadap komunikasi, media dan konten
  • peran entrepreneurship dan inovasi
  • persiapan generasi masa depan melalui pendidikan
Sebagai referensi, beberapa tulisan saya bisa dilihat di http://www.kompasiana.com/ideonomics). Buku dan dokumenternya akan diluncurkan Juni 2010.

Saya mengajak seluruh rekan2 blogger, media dan entrepreneur untuk berbagi cerita, pendapat, dan kontribusi ide untuk memperkaya tulisan ini. Saya akan memasukkannya di dalam buku ini.

Salam inspirasi,
Andi S. Boediman

Saturday, October 24, 2009

Blogger, Keniscayaan Sebuah Kekuatan Baru

Indonesia Raya – lagu kebangsaan yang sudah sekian lama tidak lagi terdengar diekspresikan oleh seribu blogger atas kecintaan atas Indonesia. Luar biasa! Ini adalah spirit “One Spirit, One Nation” dan merupakan tema Pesta Blogger, demikian mengutip dari Iman Brotoseno, Ketua Panitia Pesta Blogger 2009.

Acara ini dibuka oleh Tifatul Sembiring, Menkominfo yang mengatakan dirinya juga seorang blogger. Pancaran karisma Tifatul dengan berpantun mengundang tepuk tangan para blogger. Benar-benar kesempatan emas untuk membuka hubungan yang cantik dengan para blogger.

Diskusi dengan rekan-rekan saya di dunia komunikasi dan informasi sebelumnya menyisakan keraguan apakah seorang wakil partai mampu menjadi sosok pemimpin masa depan bangsa kini mulai sirna. Dokumen apik yang berisi platform pembangunan dunia Komunikasi dan Informasi di Indonesia ternyata sudah siap. Demikian pula blue print dari Kadin tentang pembangunan kominfo dari Kadin sudah disampaikan oleh Anindya Bakrie, yang juga hadir pada pembukaan acara ini.

Di samping mereka, wakil US Embassy yang menjadi sponsor tunggal acara benar-benar piawai mengerjakan pekerjaan rumahnya, dengan mengundang blogger dari Amerika untuk membentuk citra positif dan membuka pemahaman multi kultur.

Blog sebagai Media Marketing
Blog saat ini mutlak dipahami oleh praktisi pemasaran karena merupakan bagian tak terpisahkan dari integrasi marketing mix. Tidak heran, Bubu.com sebagai agensi digital dan Maverick, agensi PR menjadi penggagas acara Pesta Blogger ini. Shinta W. Dhanuwardoyo dari Bubu.com mengungkap bahwa kliennya sudah menggunakan integrasi social media, blog, viral dan mobile marketing.

Terbukti hadir pula wakil-wakil perusahaan multinational seperti XL, Unilever, Air Asia, Universal Music, dan banyak lagi. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan tujuan membaca trend dan siap menjadikan blog sebagai bagian dari strategi komunikasi.

Nukman Luthfie & Pandji Pragiwaksono adalah beberapa dari blogger yang memanfaatkan media komunikasi ini untuk tujuan pemasaran.


Blogger sebagai Entrepreneur
Dalam pesta blogger 2009 ini, peserta dari luar negeri yang hadir antara lain Brian Giessen asal AS yang bicara bagaimana mendatangkan nilai ekonomi dengan menjadi blogpreneur atau wirausahawan melalui blog.

Tiga blogger lainnya berbicara via Skype ada Mark Frauenfelder (pendiri BoingBoing.net), Corvida Raven (pemilik blog teknologi dan social media SheGeeks.net), dan Arsalan Iftikhar (pengacara HAM internasional dan pemilik blog TheMuslimGuy.com).

Blogger dari luar negeri lainnya antara lain Singapura [mr.brown.com], Vietnam, Bangladesh dan Australia. Blogger Australia, Anthony Bianco (http://thetraverltart.com), berbagi kisahnya sebagai backpacker di Indonesia, berkeliling dari Banda Aceh, Jambi, Pekan Baru, Palembang, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Saya mendapat kesempatan bersua dengan beberapa blogger Indonesia seperti Enda Nasution dengan Politikana.com, Budi Putra dan Abang Edwin SA yang kini menjadi bagian dari tim Yahoo! Indonesia, Kristupa Saragih dengan photo blog Fotografer.net, Wahyu Aditya (http://menteridesainindonesia.blogspot.com) dan Arief Budiman (http://mybothsides.com).

Mereka adalah contoh para blogger yang sukses menggunakan kekuatan opini sebagai sumber pendapatan.

Blogger sebagai Kekuatan Sosial
Blogger merupakan kekuatan baru yang dapat menggugah kesadaran bersama dan menumbuhkan solidaritas antar blogger yang datang dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, budaya, profesi dan pendidikan. Prita adalah salah satu contohnya, yang mendapat apresiasi para blogger dan anggota berbagai milis sampai kemudian melakukan aksi bersama turun ke jalan.

Prita Mulyasari, perempuan yang sempat dipenjara karena surat keluhannya menyebar di Internet, sejak awal menjadi salah satu ikon yang dikemas panitia untuk hadir pada Pesta Blogger 2009 ini. Prita, dianggap sebagai pihak yang dirugikan UU ITE akibat menyampaikan ekspresi melalui surat elektronik. Kasus Prita menggugah solidaritas bersama pengguna internet seperti milis jejaring, social network dan blogger  untuk bersama-sama melakukan aksi bersama. Prita berbicara di salah satu sesi bersama dengan blogger yang berprofesi sebagai pengacara.

Dalam berbagai kejadian bencana pun demikian, Tsunami Aceh, gempa Yogyakarta-Jateng, gempa Tasikmalaya dan terakhir gempa di Padang, aktifitas blogger banyak membantu baik dalam skala menyambung dan menyebarkan informasi, namun juga mendorong solidaritas masyarakat untuk menyalurkan bantuan.

Twitter, Microblog sebagai Bagian dari Ekosistem Baru
Aktivitas blogger, telah lebih dulu marak sebelum facebook dan twitter digandrungi. Dengan lahirnya Twitter kini banyak blogger jatuh cinta pada penulisan mikroblog.

Di dalam ekosistem komunikasi online, mikroblog adalah yang memberikan popularitas dan membawa traffic. Seperti halnya signage di jalan raya akan mengundang rasa ingin tahu dan daya tarik awal. Blog sendiri akan eksis sebagai menu utama. Kedalaman konten yang membuat pembaca menjadi terpesona. Konten blog biasanya juga dikemas sedemikian rupa sehingga enak dibaca, bahkan bisa jadi referensi.

Twitter menjadi hard news, atau kejadian, berita dan opini real time. Blog menawarkan kedalaman, pemahaman dan analisa.

Blogger sebagai Kekuatan Politik
Mengapa ketua partai mejadi Menkominfo? Mengapa Ketua Kadin menghadiri Pesta Blogger? Mengapa US Embassy menjadi sponsor tunggal dari pertemuan komunitas?

Dalam sebuah kesempatan hadir di Jakarta, DR. Mahathir Mohammad, mantan Perdana Menteri Malaysia bahkan mengatakan bahwa ke depan, Blogger akan menjadi kekuatan politik. Di Malaysia misalnya, aktifitas blogger bisa mempengaruhi peta politik bahkan menggulingkan pemerintahan. Bagaimana dengan Indonesia?

Ini adalah kesempatan, sekaligus tantangan bagi para blogger. Ketika opini bersatu dengan kepentingan, mana yang akan dipilih menjadi yang terutama? Mereka yang awalnya menulis karena kebebasan berekspresi, kini menulis karena upah dan kepentingan.

Mengungkap Masa Depan Blog
‘cogito ergo sum’ atau ‘I think, therefore I am exist’ – Rene Descartes.

Mengutip Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia, "Jika nama anda tidak terdetect di search engine, seolah anda tak pernah hidup di dunia ini." Dan jangan heran jika suatu ketika, sepenggal kalimat status facebook anda muncul dalam sebuah ulasan panjang di blog saya, karena saya akan terus menulis untuk diri saya, juga untuk anda. Blog akan menjadi bagian dari eksistensi kita.
Pesta Blogger 2009, diselenggarakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia terlibat dalam aktivitas blogging dan melakukannya secara bertanggung jawab, konstruktif, dan kritis – dengan kesadaran sosial yang tinggi.

Bagaimana wajah dari para blogger di masa depan? Apakah pesta komunitas akan berubah menjadi batu pijakan untuk mencari kesempatan, karir dan dukungan politis?

Mungkin ini adalah proses kedewasaan yang akan dialami oleh para blogger. Bisa mengundang caci maki, tetapi sekaligus menjadikannya sebagai profesi yang berkesinambungan.

Hi para blogger, siapkan diri Anda! You are the force!

Saturday, September 05, 2009

Mom Bloggers: A Credible Voice for Consumers

I started to look at this trend on Twitter trending topics #cloroxclassrooms. It was started as a news headline from National Education Association Health Information Network (NEA HIN) and The Clorox Company Offer Free Disinfecting Wipes to Teachers Nationwide. The message was tweeted and gradually transformed and added with #cloroxclassrooms.



The URL directs us to the CloroxClassrom website. It provides information to the teachers:
"With teachers' limited resources and heightened concerns about the H1N1 2009 flu virus this year, it is critical that they have the tools they need to implement simple prevention strategies," said Jerry Newberry, executive director, NEA HIN. "Healthy habits, like hand washing and disinfecting germ hot spots are important steps to help prevent the spread of germs that can cause illnesses, like flu."

The website offers incentives to the teachers to download a free "Clean Up the Classroom" kit, which includes lesson plans, games and other tools to help reduce the spread of germs at school. This information is really relevant to the latest H1N1 threat lately. Once it is believed will be beneficial to all the mothers, then the message get retweeted, again and again.



We can break a viral message into two parts, the message and the viral effect. The message was published by Clorox Company as a press release. It is relevant to mothers that cares about health. Then comes Twitter that becomes the vehicle for the viral effect.

The creation of a #
cloroxclassrooms hashtag certainly make it easy to refer to the topic discussed. A hashtag is similar to other web tags – it helps add tweets to a category. A tag can become a trending topic by creating a convention agreed by influencers–influential tweeters with thousands of followers, to tweet the tag back and forth supported by the followers behind them. A closer look at What the Hashtag shows us that @ConsumerQueen, @MommyBrain and @momspark are the highest influencers that drives the traffic for this topic. In a nutshell, added with an ecosystem of influencers, a tag can leap to become a trending topic.



The credibility of the person behind this influential tweeter is what we called the mom bloggers. They write what they see and believe. Especially in this economy, some mom bloggers write just to get some fun and free stuff. In return, they are putting a lot of time and energy what they think about those products. A lot of moms loved the idea of being sent products to review.

But for some, their goal is to offer support and advice to other moms, build a reputation for themselves as influencers, and to develop a chance to become professional bloggers. The most dedicated, innovative and marketing-savvy mom bloggers then become advisors for corporations, serve as spokespeople and even earn a living from this profession. In recent times, the values of those giveaways has substantially increase to a significant value. They use social media such as blog to share their opinion and Twitter to spread the message.

Here's some notable Mom's blog to explore:
As for the Twitter counterpart, try these: