Friday, October 23, 2009
Digitalpreneur, Masa Depan Indonesia!
Program Indigo Fellowship 2009 membuka kesempatan bagi mereka yang memiliki gagasan ataupun model bisnis awal untuk dikembangkan. Para digital entrepreneur ini ditantang untuk membuat rencana bisnis yang konkrit dan bisa diimplementasikan. Selain fasilitas finansial sebagai seed capital modal awal bagi para pemenang lomba, mereka diberikan inkind facility agar mereka memiliki fasilitas yang bisa digunakan dari resource Telkom.
Sebagai Corporate Social Responsibility, Indigo Fellowship ini bagi Telkom merupakan wujud dari gagasan untuk memberikan kesempatan bagi para entrepreneur di bidang digital untuk berkiprah. Para peserta diuji mulai dari gagasan kreatif, model bisnis, model operasional, wacana marketing dan sales, serta governance dari gagasan-gagasan tersebut. Komplit!
Juri diketuai oleh Ninok Leksono, wartawan senior Kompas dan para anggotanya adalah para entrepreneur kreatif seperti Andi S. Boediman, Yoris Sebastian, Peni Cameron, Marlin Sugama dan Bubi Sutomo.
Di antara peserta Indigo Fellowship yang masuk 20 besar, 11 diantaranya dinyatakan sebagai pemenang dan siap diwisuda menjadi digital entrepreneur. Beberapa gagasan yang model bisnis yang menarik untuk disimak.
Free 2 Call oleh Danny Arifian Idiarto adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan telepon dari PC ke PC secara gratis. Yang dibutuhkan hanya registrasi bagi calon penelepon yang akan dimasukkan di dalam database. Penelepon kemudian melakukan panggilan secara gratis melalui optimalisasi teknologi VoIP. Dalam setiap akan melakukan pemanggilan, penelepon akan dikenakan kewajiban mendengarkan voice notification berupa iklan yang dipasang oleh advertiser. Dari PC, penelepon dapat mengklik iklan berdurasi 15 detik untuk bisa menelepon gratis selama 3 menit. Unik, selain sebagai panggilan bebas melalui teknologi VoIP antar PC, juga ada konsep dan strategi baru dalam dunia marketing dan promosi.
Eduardus Christmas, membawa pencerahan baru dunia penerbitan. Dengan evolitera.com ia perkenalkan penerbitan buku nirkertas karena terbit dalam format pdf/digital. Hanya saja, kalau dalam dunia penerbitan buku online atau toko buku online, buku hanya diterbitkan sebagai komoditas untuk dijual sebagai bacaan, bagi Eduardus Christmas, buku adalah etalase dimana pengiklan dapat memasang iklannya pada setiap buku yang didownload, bisa dalam bentuk statik seperti tulisan, foto, visual grafis bahkan gambar dinamis video streaming dan animasi yang diembed ke eBook. Ide yang sangat menarik, dan memerlukan ujian agar model bisnis menjadi berkesinambungan.
Berangkat dari belum adanya tokoh super hero dalam animasi yang menjadi idola di Indonesia, Andy Martin Surjana menciptakan Si Hebring yang dalam bahasa Sunda berarti hebat. Si Hebring alias Heru, plesetan dari Hero, digarap dengan konsep animasi 3 dimensi. Diharapkan Si Hebring dengan konsep universal bisa diterima seluruh lapisan masyarakat. Model animasi yang ditawarkan ke televisi cukup unik, di mana animasi pendek dengan durasi 3 menit akan diputar beberapa kali dalam satu hari. Pas untuk distribusi melalui mobile, maupun atraktif untuk layar kaca. Pola pikir yang terintegrasi membuka gagasan untuk mendistribusikan karakter ini tidak hanya dalam bentuk film, tetapi juga dalam bentuk game dan merchandise.
Sedang bagi Bayu Sulistyo S, mencipta karakter tak sekedar membuat nama dan bentuk. Him & Her atau Hima & Hera adalah karakter dalam film animasi yang ia tawarkan sebagai masa depan film layar lebar berkarakter, asli Indonesia dan akan memiliki daya jual dalam jangka panjang. Tentu bukan sekedar menjual filmnya, namun lebih dari itu, kekuatan karakter, nilai universalitas dan karakternya yang ditampilkan sederhana [simpel] akan menjadi bargaining power untuk merchandising dan licensing.
Pendidikan merupakan aspek yang cukup favorit bagi para finalis. Aplikasi Morning! oleh Indra Purnama merupakan perangkat lunak untuk pendidikan berbasis mobile. Mulai dari penyampaian materi ajar, hingga fungsi testing. Tantangan dari perangkat ini adalah sisi sustainabilitas karena diperlukan dukungan CSR untuk implementasinya.
Solusi lain adalah software Education 2.0 oleh Syarif Hidayat. Menuju era pembelajaran cerdas, dalam proses belajar dan mengajar yang ditawarkan adalah aplikasi semacam wikipedia, dimana setiap orang bisa menambah data atau mengubah dengan cara mengupload, dan setiap kontributor konten misalnya guru atau ahli atau penulis akan mendapat reward. Kelebihan aplikasi pembelajaran online ini adalah menjawab problem kesenjangan kualitas pendidikan di pedesaan dengan kota. Gagasan yang sangat menarik, tetapi memerlukan komitmen implementasi yang besar untuk sukses.
Menyimak para pemenang Indigo Fellowship ini, demikian kreatifnya insan-insan Indonesia. Merupakan kesempatan yang baik agar perusahaan melalui dana CSR menawarkan hadiah yang akan digunakan sebagai seed capital atau modal awal berkembangnya dunia kreatif digital di tanah air. Acara ini memberikan benefit bagi para entrepeneur dan juga bagi pemberi CSR karena image yang positif dan relevan bagi para konsumennya.
Friday, May 01, 2009
Bubu Awards Presentation
Thursday, April 03, 2008
APEC Poster Competition

2008 APEC ICT Poster Competition
Organized as the first event of the project, 2008 APEC ICT Poster Competition highlights the educational outreach effort of the project. With the theme of “ICT for Hope,” the event will provide interested citizens of all twenty-one APEC member economies an opening to convey their thoughts about how we can use ICT to better our lives, while preventing and curtailing the negative side effects that may accompany the rapid advancement of ICT.
The event will accept entries until May 12, 2008. A total of USD $18,000 will be awarded to thirty-seven winners across the Asia Pacific, including one Grand Prize winner, who will receive a cash prize of $5,000. Winning posters will be exhibited in APEC member economies during the second half of the year, including the 2008 APEC host Peru.
In order to maximize the educational impact of the event, local promotions led by interested organizations, institutions, government departments as well as schools and individual practitioners in the member economies will be greatly appreciated. Promotional materials will be provided in seven languages including English, Spanish, Chinese, Indonesian, Korean, Thai, and Vietnamese and will be distributed to partner orgnizations. Downloadable files are also available on the project website at www.apecict.net.
For more information on the project and opportunities for collaboration, please visit project website at www.apecict.net or email us at hanah@ktcf.or.kr.
Thursday, September 27, 2007
Penjurian ICT Award

juri: Iwan Gunawan, Denny A. Djoenaid, Dana Riza & Hari S. Sungkari
ICT Award diadakan oleh Depkominfo bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada kreator di bidang teknologi informasi untuk membuktikan kepiawaiannya.
Kali ini terdapat berbagai tambahan kategori, di antaranya adalah Mobile Games, Animasi Pendek dan Konsep Animasi. Ainaki sebagai organisasi animasi dan konten diundang untuk mendukung proses penjurian.
Untuk kategori Konsep Film Animasi, jurinya adalah: Andi S. Boediman (Digital Studio), Iwan Gunawan (Institut Kesenian Jakarta), Denny A. Djoenaid (Ainaki), Dana Riza (Eltra yang juga wakil dari Ainaki) dan Hari S. Sungkari (Aspiluki).
Dalam hal ini yang dipresentasikan adalah konsep cerita, karakter, art direction & production design dan juga trailer pendek. Dewan juri memberikan penilaian dan masukan tentang konsep produksi dengan harapan bisa memberikan perspektif yang lebih luas agar film dapat terwujud dengan lebih baik.
Hasil lomba akan diumumkan pada 21 - 22 November di JCC. Melalui pameran ini diharapkan terjadi interaksi antara para kreator dan calon investor untuk mewujudkan produksi film.

salah satu peserta sedang melakukan presentasi konsep film animasi
Tuesday, November 14, 2006
Design That Works Seminar + ADGI Chapter Surabaya Launching
Source: Surabaya Design Forum
Surabaya 14 September 2006 'nov' mendapat kesempatan hadir di Seminar yang digabung dengan launching ADGI chapter Surabaya. Acara dihelat di Mandarin Oriental Hotel / Hotel Majapahit dengan menghadirkan nara sumber dan parade poster finalis ADGI dengan mengambil tema Light Up The Spirit !.
Seminar terbagi membagi beberapa sesi, dengan 3 orang speaker :
- Lans Brahmantyo ( After Hours Group ) Creativity that communicates
- Sakti Makki ( Makki-makki Branding Consult) Building powerful brand expression through strategic branding program
- Hermawan Tanzil ( LeBoYe ) Inside Graphic House-Inspiration+Mind+Soul
Overall acara berlangsung sangat hidup dan menarik, dari kapasitas maksimal ruang Balai Adhika full dengan semua peserta. Pertama kali setiap peserta harus registrasi ulang+mendapatkan kit dari para sponsor, lalu memasuki lorong parade poster dilanjutkan dengan pemotretan langsung untuk sertifikat.
Mr. Lans Brahmantyo sebagai speaker yang mendapat kesempatan pertama membawakan materi "Creativity that communicates" dengan membawakan beberapa portfolio diantara dari Istana Kepresidenan RI yaitu Rumah Bangsa Project. Dalam materi inti yang disampaikan adalah bagaimana sebuah karya creative tetap memiliki sebuah message atau mampu berkomunikasi.
| Inventive | Getting the message across | |
| Imaginative | ||
| Experimental | ||
| Artistic | ||
| Expressive | ||
| Innovative | ||
| Inspiring | ||
| Visionary | ||
| Enterprising | ||
| Resourcefull | ||
Selanjutnya disambung dengan coffe break, hhmmm... karena jumlah peserta cukup banyak untuk sesi yang satu ini dan makan siang nanti para peserta harus berjubelan, mengantri untuk mendapat camilan, kopi atau teh. Walalu begitu nampaknya semua tetap kebagian bahkan ada yang terlena sampai lupa bahwa waktu sudah memasuki saat Mr. Sakti Makki sudah akan memulai presentasinya.
Dari pengamatan 'nov' ' Building powerful brand expression through strategic branding program' mendapat perhatian serius dari peserta. Mr. Sakti Makki benar-benar sakti, dengan membawakan case study project rebranding Bank BTPN yang saat ini sedang ditangani oleh MakkiMakki Branding Consult. Proses-proses rebranding yang disampaikan sangat detail dan sayangnya materi tidak dapat dishare karena memang masih bersifat confidential coz project masih belum usai. Inti dari presentasi ini, dalam sebuah proses branding terdapat 3 aspek penting yang harus dilakukan dengan baik, yaitu Perilaku, Ekspresi dan Komunikasi dannnn untuk proses Ekspressi dan Komunikasi brand hampir dipastikan selalu terkait dengan aspek Desain.
Pengalaman Coffe Break pada jam sebelumnya nampak beberapa peserta cukup bisa belajar, begitu mengintip lunch sudah siap mereka curi start duluan agar tak perlu berdesak-desakan antri lunch.
Sebagai speaker terakhir Mr. Hermawan Tanzil ( LeBoYe) membawakan 'Inside Graphic House-Inspiration+Mind+Soul' sebuah presentasi yang menarik dengan membawakan beberapa portfolio yang telah mendapatkan penghargaan international. Inti dari yang ingin disampaikan adalah, Sebuah desain yang bisa membuat hidup lebih indah, kaya dan berarti, 'Design Is My Life - Hand, Brain, Heart'.
Dalam setiap sesi speaker selalu diberikan kesempatan tanya jawab yang benar2 dimanfaatkan peserta dengan baik. Sebagai akhir dari rangkaian acara adalah pembagian doorprize dari para sponsor + launcing ADGI Chapter Surabaya.
Awalmula ADGI Sby ini adalah komunitas desainer surabaya dengan initial IDEAS yang telah lama vakum demikian juga dengan ADGI Chapter Jkt yang pernah beberapa belas tahun vakum juga, namun alhamdulillah setelah direvitalisasi bangkit lagi dengan kegiatan-kegiatan yang sejatinya memang diperlukan para designer.
Dalam sela-sela seminar 'nov' mendapat kesempatan ngobrol gayeng dengan salah satu presidium dan team revitalisasi ADGI Andi S. Boediman.
Nov : Pak opo sih resep membentuk komunitas dan menjaga agar tetap hidup
ASB : Cuma 1 ..!! Komitmen..!!! untuk membentuk, menumbuhkan dan menciptakan komitmen itu juga butuh waktu. Kalau satu hal itu dapat dilakukan yang lain bisa jalan sendiri.
Nah itu mungkin PR besar buat SDF, ADGI atau komunitas apapun agar tetap bisa solid dan hidup.
Sipapapun dan apapun bentuknya semoga dapat saling mengisi, memberi, menciptakan kondisi yang baik bagi para designer. Light Up The Spirit !!
Saturday, October 07, 2006
International Young Design Entrepreneur 2006

Event yang diadakan oleh British Council ini menarik, intinya adalah mengundang para entrepreneur kreatif muda untuk unjuk kontribusi terhadap society. Dalam kategori desain termasuk di antaranya adalah desain, arsitektur/interior, produk, advertising.
Short listed finalis adalah:
Ridwan Kamil (1971, architect) is Principal of Urbane, an architecture and urban design studio in Bandung serving international design clients in Bahrain, Hong Kong, San Francisco, and Singapore. His current project is the super-block Rasuna Epicentrum in Jakarta. Ridwan is the Indonesian winner of IYCEY Design Award 2006. He is currently developing his Good Design is Good Business project in partnership with the British Council.
Andi Surja Boediman (1970, graphic designer) pursued film and multimedia production at the New York Film Academy and the Academy of Art College, San Francisco, USA. Starting his career in 1995/96 as a 3-D animator and Art Director, he went on to establish the successful Digital Studio Workshop in Jakarta in 2000. He is currently member of the presidium of the Indonesian Professional Graphic Design Association (ADGI).
Arief Budiman (1975, graphic designer) is currently Managing Director of Petakumpet in Yogyakarta. A graduate of Visual Communication Design from the Indonesian Arts Institute, he started the advertising agency with college friends and two computers. The company has since developed from a small graphic design boutique into a full-fledged professional creative company with a staff of 28.
Deny Willy (1975, product designer) is Director of the Apikayu corporation, which brings together innovation from design schools with the skill and local-material knowledge of traditional artisans. In 2004 the Apikayu became a legal business entity through the support of the Young Entrepreneur Start-Up programme (YES). The firm provides training and marketing service for SMEs, developing natural materials once-considered waste into saleable contemporary furniture and handicraft products.
Djoko Hartanto (1972, graphic designer) is principal and publisher of the graphic design magazine Concept since 2003. He obtained a Master’s Degree from the University of Technology and an Advanced Diploma in Graphic Design from the Billy Blue School of Graphic Arts in Sydney, Australia. He has worked in a number of companies in Australia and Indonesia as Business Partner and Art Director.
Kusprianto Oky (1977, architect) graduated from the Technical Faculty of the Parahiyangan Catholic University. He is co-founder and Principal Architect at APTA and Studio Habitat in Bandung. His studio collaborates with Habitat for Humanity in providing well-designed house for the underprivileged. Kusprianto’s love of books and art drove him to establish the Rumah Buku --a café, library and discussion space that also screens independent films.
Leonard Theosabrata (1977, product designer) is creator of the Accupunto line of chairs, which won Germany’s Red Dot Design Award (2003), Italy’s Well tech Award (2006) and was exhibited at the Museum of Science and Technology during the Milan Fair 2006. A graduate of the Arts Centre College of Design Pasadena, USA, he is the force behind the DForm forum of young product designers and architects.
Wahyu Aditya (1980, interactive design) is Founder, President Director, Teacher, Principal, Animator, and Creative Designer of Hello; Motion Corporation. Graduating from Sydney’s KvB Institute of Technology interactive multimedia and animation school, he went on to work as freelance comic illustrator and TV animator. His brainchild, the 8-monthly Hello; Fest educates schools and universities students about the art of motion picture.
Wisman Tjiardi (1974, interactive design) is Director of PT. Netpolitan that produces e-learning, multimedia, and portal development. A graduating of the University of Applied Science in Aachen, Germany, he honed his skills as web designer and creative head at leading German multimedia companies. One of his company’s innovative designs is the Character Library for Rapid e-Leaning Courseware Development.
Pemenang di tahun 2006 adalah mas Ridwan Kamil.Saya sangat terinspirasi oleh semua orang yang menjadi finalis ini. Kita berkumpul, berkompetisi, tetapi saling belajar dan saling menginspirasi. Hasilnya adalah kita saling menjalin network dan berkolaborasi untuk mengerjakan proyek bersama-sama.
Thursday, May 22, 2003
Hasil dari Taiwan Internation Animation Festival
Rekan-rekan yth.
Baru saja kami menerima kiriman dokumentasi dari Taiwan International Animation Festival Dimana karya kami terpilih dalam pemutaran film-film animasi di sana, bersanding dengan karya-karya lain dari seluruh dunia. Sayang sekali kami sendiri tidak jadi berangkat ke Taiwan karena kasus SARS yang melanda asia dan (tentu saja!) keterbatasan dana..Tetapi dari dokumentasi tersebut ada beberapa hal yang bisa kami bagikan ke rekan-rekan semuanya.
PENTAS TINGKAT DUNIA
Satu hal yang cukup mengejutkan kami adalah melihat banyaknya studio besar tingkat dunia yang ikut di ajang tersebut. Setidaknya nama-nama studio besar seperti Tippet Studio (USA), BUF Compagnie (Perancis), Framestore CFC (Inggris) masuk di dalam karya yang dipresentasikan kepada pemirsa dari 3 kota besar di Taiwan Karya-karya yang ditampilkan mempunyai kualitas yang luar biasa. Baik dari segi konsep, art maupun eksekusinya.
Kami cukup terkejut karena tidak menyangka bahwa festival ini sendiri akan sebesar ini, apalagi jika dibandingkan dengan festival yang kami ikuti sebelumnya di tingkat asia. Bisa dikatakan hasil karyanya memang menunjukkan bahwa Festival animasi international Taiwan sendiri cukup bergengsi untuk diikuti.
Kami merasa beruntung sekali bisa masuk ke dalam film screening. Beruntung sekali ajang ini sendiri adalah ajang non kompetisi. Andaikata hasil seleksi dilombakan, niscaya karya kami masih cukup jauh dari kemenangan. Meskipun demikian kami tidak berkecil hati mengingat karya kami telah mulai disejajarkan dengan karya-karya animator besar tingkat dunia lainnya.
KITA MASIH HARUS BANYAK BELAJAR
Meskipun karya kami masuk dalam jajaran film-film lain tingkat dunia, namun kami juga harus mengakui bahwa kualitas karya kami masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Yang pasti kita kalah pengalaman dari negara-negera seperti Amerika, Perancis, Rusia, bahkan Taiwan sendiri yang telah memproduksi animasi lama sebelum kami di Indonesia memulainya. Seperti kata orang bijak "Pengalaman adalah guru yang terbaik". Kami percaya bahwa langkah awal kami terjun dalam persaingan international adalah langkah yang tepat untuk membuktikan diri bahwa animasi Indonesia punya tempat di dunia international.
Yang pasti dengan mengikuti festival-festival international selama ini kami terus belajar untuk mengukur kemampuan di tengah persaingan dunia dan semakin menyadari bahwa kami harus lebih keras lagi berusaha. Paling tidak kami merasa cukup beruntung bahwa dengan dana dan fasilitas yang minim dibandingkan rekan-rekan di negara yang lebih maju, kami masih bisa terus berusaha membawa nama Indonesia di tengah percaturan animasi dunia
Untuk rekan-rekan, terima kasih kepada dorongannya selama ini... Terutama kepada rekan-rekan animator forum...Pak Andi S Boediman...Patar dan Horry....yang memberi masukan konsep dan teknis Boy Parla, Bedor Kotler...dari milis kritik iklan yang terus memberi dorongan semangat Mas Satrio Budiono...Adit, Mas Kahar dari Fourmix yang selalu setia membantu mixing audio kami. Riri Riza dan Rudi Soedjarwo yang terus menerus memberi info terbaru seputar perkembangan perfilman. Chandra Endroputro dari Spektra film , Marissa Haque dan Mbak Menik dari SAI Films yang menjawab keinginan kami dalam media film Pak Andri dan Yogi Prayogi dari majalah Cinemags yang terus mengobarkan semangat di tengah deraan deadline yang melelahkan
Terimakasih buat semua dukungan rekan-rekan yang lain....
Deswara Aulia
Sunday, August 18, 2002
AFX Conference Report
Pada tahun 2002 ini, hanya dikompetisikan 4 kategori: Character Modeling, Visualization, Motion Graphic & Short Animation. Agar ajang ini bisa dimanfaatkan sebagai barometer perkembangan animasi, ada baiknya acara ini bisa melibatkan lebih banyak lagi rekan-rekan dari berbagai bidang & latar belakang untuk memberikan masukan mengenai kategori, penyelenggaraan, syarat-syarat, dan berbagai masukan lain. Dari sisi kepanitiaan yang baru dilakukan pertama kalinya oleh Digital Studio & Animator Forum, kita masih melihat sangat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kita juga mengundang rekan-rekan lain untuk bisa terlibat yg pada akhirnya akan membuat acara ini menjadi milik bersama.
Masih cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh kepanitiaan kali ini seperti:
- Apakah perlu dipisahkan entry dari kalangan pelajar dan kalangan profesional?
- Berapa jumlah juri yg ideal untuk masing-masing kategori?
- Apakah perlu diadakan People Choice Award atau karya favorit oleh publik?
- Apakah para juri boleh mengikutkan karyanya?
- Faktor penilaian apa saja yang menjadi parameter penilaian? Bagus/tidak bagus?
- Suka/tidak suka? Sulit/tidak sulit?
- Bagaimana dengan animasi yang dibuat untuk iklan, masuk kategori apa? Animasi/visual effects?
- Apakah animasi dalam bentuk Flash perlu dipisahkan menjadi satu kategori atau kategori Interactive/Web Animation?
- Bagaimana dengan animasi yang dibuat untuk video klip? Masuk kategori apa? Atau perlu kategori tersendiri?
- Bagaimana dengan animasi Classical/2D, perlu kategori tersendiri?
- Bagaimana dengan animasi untuk film/TV, perlu kategori tersendiri?
- Berapa banyak entry yang boleh dikirimkan oleh satu orang? Apakah satu karya boleh dimasukkan ke lebih dari satu kategori?
- Apakah perlu diadakan lomba bulanan/2 bulanan untuk kemudian baru dipilih karya terbaik dalam 1 tahun?
- Apakah perlu penghargaan khusus untuk Live Achievement Award? untuk kategori Wanita (karya wanita masih sangat jarang :)
Dari fakta yg kita dapatkan tahun ini, dari kalangan akademis & praktisi mampu berkompetisi secara head to head, yang menang ada yang menggunakan 3D, ada pula yg 2D, di sisi visualisasi ada yang still, ada pula yang animasi, di sisi motion graphic, ada Flash, 3D, 2D, gabungan editing, compositing & live action.
Kita tunggu masukan dan volunteer untuk kepanitiaan di tahun depan.
______________
Andi S. Boediman
Digital Studio
Saturday, August 17, 2002
Pemenang AFX
Animation & Visual FX Conference, hasil kerjasama Animator Forum dan Digital Studio telah berakhir kemarin malam, ditutup dengan Pembacaan Pemenang AFX Competition.
Berikut ini adalah para pemenang berdasarkan kategorinya.
1. SHORT ANIMATION
- Jaka Setiawan - Bandung "2 Media" - pemenang
- Medi Gurmarizal - Bandung "Jajangkungan" - runner-up
2. CHARACTER MODELLING
- Lukas Gunawan Budi Sutjipto - Yogya "Fantasy Beast" - pemenang
- Delly Sartika - Blitar "Alfa" - runner-up
3. VISUALIZATION
- Eric Law - Jakarta "Molis" - pemenang
- Ivan Ibrahim - Jakarta "Sorong Airport Project" - runner-up
4. Motion Graphics
- Rully Rochadi - Jakarta "LA TEVE" - pemenang
- Feddy - Jakarta "Lesbianisme" - runner-up
Selamat untuk para pemenang - kami sangat menghargai karya anda dan semoga semua peserta akan dapat kembali mengikuti kompetisi ini di tahun depan. Harapan kami, Panitia AFX adalah dapat mengadakan kompetisi ini lebih baik dan lebih besar lagi. Juga berharap jumlah entry akan meningkat lebih banyak lagi.
Pada pertemuan AF di masing-2 kota, para pemenang diharapkan akan dapat mengadakan presentasi atas proses pembuatan karyanya untuk membagikan pengalaman di komunitas, karena kita memiliki pemenang-2 dari masing-masing daerah.
Thanks & regards,
Arianto Bigman
Animator Forum


