Berani taruhan!? Anda semua yang sedang membaca artikel ini sesekali berhenti karena menjawab panggilan ha-pe dan es-em-es, untuk mengintip gosip terbaru, menjawab panggilan do’i tercinta atau tuntutan rekanan bisnis. Siapa yang nggak punya handphone ngacung! Demi model terbaru yang pake kamera, meski bela-belain tiga empat bulan gaji juga nggak apa. Padahal dari segudang fitur, yang kita gunakan tiap hari mungkin tidak ada sepertiganya. That’s us, right!
Mengapa kita menggunakan gadget canggih? Apakah untuk show off? Untuk menjadi techno-nerd? Untuk menunjukkan kita berada pada garda depan teknologi? Apakah itu tujuan teknologi diciptakan? I think it’s NOT ONLY about high tech, but it’s about high touch! Kita menggunakan perangkat tersebut untuk selalu berhubungan. It’s NOT ONLY about digital, it’s about lifestyle! Bukan teknologinya, tetapi gaya hidupnya. Paradoks global membuat kita makin individual, tetapi makin perlu terhubung dan terkoneksi dan teknologi adalah fasilitasnya. Teknologi bukan tujuan, tetapi sarana.
Telepon butuh 100 tahun untuk menjadi bagian dari hidup kita. Listrik butuh 80 tahun dan televisi 40 tahun. Bayangkan hidup tanpa telepon, tanpa listrik dan tanpa televisi. Tanpa lampu, tanpa kulkas, tanpa AFI, tanpa sinetron tercinta, tanpa news update terbaru. Basi banget deh! Teknologi digital, komputer dan Internet hanya butuh kurang dari 20 tahun to be a part of our life.
Dengan teknologi, dunia telah menjadi global village (kampung global), tetapi kita tidak mau kehilangan jati diri. Dengan tingkat clutter televisi tertinggi di dunia (sumber: Kompas), di mana setiap menit kita dibombardir satu iklan, kita sudah mengaktifkan radar untuk menekan remote control begitu melihat iklan. Kita menghendaki kontrol atas informasi yang kita terima. Informasi seharusnya on demand dan interaktif, a la SMS siapa yang harus pulang pada konser Indonesian Idol berikutnya.
Kita simpan our slice of life melalui medium foto, video dan audio. Digital memberikan harga lebih murah, lebih cepat dan tahan lama. Tidak hanya foto keluarga, kamera digital kita manfaatkan untuk menyimpan kliping gambar favorit atau flyer dari pameran. Koleksi CD terbaru kita transfer ke mini iPod, mp3 player paling gres dari Apple. Video hasil shooting kita kombinasi dengan foto-foto untuk disimpan ke VCD atau DVD menggunakan software iDVD. Pada akhirnya, kebutuhan untuk melihat, merasakan, mendengar, berpikir dan berhubungan yang membuat kita being human. Let Digital Lifestyle Lead Your Future!
Further Reading
High Tech, High Touch – John Naisbitt
Being Digital – Nicholas Negroponte
Crossing the Chasm – Geoffrey Moore
previously published at PS Magazine
Showing posts with label software. Show all posts
Showing posts with label software. Show all posts
Thursday, September 30, 2004
Monday, July 26, 2004
Mengenal Karakter Software Sesuai Jenis Proyek
Belakangan ini perkembangan software maju dengan sangat cepat. Hal ini dipacu oleh persaingan di kalangan software developer dan perkembangan Internet yang membuat siklus hidup software lebih pendek karena feedback pelanggan lebih cepat diterima. Siklus update software saat ini adalah 12 hingga 18 bulan, padahal sebelumnya bisa terjadi dalam waktu 2 tahun tidak ada update sama sekali.
Dengan makin banyaknya aplikasi, terjadi spesialisasi software-software pada komputer grafis. Untuk memahami hal ini, kita perlu mengerti software yang terbukti menjadi pemimpin di masing-masing industri.
Desktop Publishing
Revolusi desktop publishing dimulai dengan komputer Apple dan software Aldus PageMaker. Tetapi dengan tingkat stabilitas output yang baik, QuarkXpress banyak menjadi pilihan bagi dunia penerbitan. Di Indonesia PageMaker banyak digunakan di penerbitan majalah sedang QuarkXpress di penerbitan koran.
Saat Aldus diakusisi Adobe, mereka mengembangkan InDesign. Dengan kemampuan object-oriented fungsi-fungsi di InDesign dirancang menjadi modul-modul yang bisa berkembang dengan fleksibel. Saat ini InDesign perlahan mulai menggantikan PageMaker dan QuarkXpress.
Adobe juga memiliki standar dokumen elektronik yang disebut Adobe Acrobat dengan file berekstensi .pdf (portable digital format). Standar ini telah digunakan untuk distribusi dokumen elektronik seperti e-book, e-government (form-form perpajakan) dan juga archival perpustakaan serta dokumen pada transaksi asuransi. Keunggulan Acrobat adalah security yang baik dan saat menggunakan form bisa disertai dengan digital signature.
Kombinasi InDesigan dan Acrobat sangat membantu pada perubahan workflow desain yang kini tidak lagi membutuhkan film dan langsung ke cetak. Teknologi ini digunakan oleh koran yang menggunakan teknologi cetak jarak jauh untuk mencetak beberapa versi berbeda di berbagai daerah secara simultan. Sebagai contoh kasus Kompas sudah mulai menerima file digital untuk pemasangan iklan.
Digital Illustration dan Design
Tidak lama setelah PageMaker, software ilustrasi berbasis vektor yang pertama kali muncul adalah Adobe Illustrator dan menjadi standar industri di seluruh dunia. Uniknya, di Jakarta perusahaan-perusahaan periklanan menggunakan Freehand yang dulunya adalah milik Aldus saat ini telah diambil alih oleh Macromedia. Di seluruh kota besar lain, tingkat pemakaian CorelDraw terbukti sangat tinggi di kalangan industri cetak. Banyak perusahaan memiliki software CorelDraw original karena tersedia bundel yang sarat clip art. Meskipun demikian, hingga saat ini CorelDraw masih sering menghadapi kendala teknis saat cetak dan banyak perusahaan pracetak memilih menggunakan Freehand dan Illustrator.
Digital Imaging
Tidak diragukan lagi, Photoshop adalah salah satu software terpopuler yang pernah ada. Semua kebutuhan komputer grafis sedikit banyak memanfaatkan Photoshop di dalam proses manipulasi citra, seperti desain grafis, periklanan, animasi, multimedia, video, dll. Versi terakhir dari Photoshop sarat dengan fungsi fotografi digital yang belakangan menjadi trend dunia. Photoshop saat ini dibundel dengan ImageReady yang ditargetkan untuk aplikasi web, tetapi software ini masih belum mampu menyaingi Fireworks dari Macromedia. ImageReady adalah software berbasis raster/bitmap, sedang Fireworks merupakan kombinasi software bitmap dan vektor sehingga sangat fleksibel untuk kebutuhan rancang elemen situs.
Bagi para pemakai yang concern dengan masalah copyright, tersedia software Paint Shop Pro dan Gimp dengan fitur-fitur yang relatif bagus dan menyerupai Photoshop.
Multimedia
Pada dekade 90-an, perkembangan CD-ROM memicu industri multimedia interaktif yang menggunakan software Macromedia Director. Di sini semua elemen multimedia seperti suara, gambar, video, animasi dan proses interaktifitas digabungkan. Belakangan Director memiliki fungsi untuk 3D interaktif dan membuat menu DVD.
Sofware multimedia paling populer saat ini adalah Flash yang awalnya dirancang sebagai software animasi kartun berbasis vektor yang memungkinkan distribusi animasi dengan ukuran relatif kecil. Flash dilengkapi dengan fungsi Actionscript yang menggunakan sintaks seperti Javascript memberikan kontrol yang sangat fleksibel.
Flash adalah software client side, di mana saat file diakses, server mengirimkan source file dan animasi serta interaktifitas dilakukan oleh komputer browser. Ini sangat berbeda dengan Director yang melakukan hal ini di server.
Perkembangan terakhir dari Flash adalah diperkuatnya integrasi dengan database sehingga memungkinkan membuat situs yang dynamic. Selain itu juga dikembangkan fitur Flash untuk kebutuhan mobile device seperti pocket PC.
Web Design
Integrasi Macromedia Dreamweaver dengan Fireworks dan Flash menjadi solusi desain situs yang sangat populer. Dreamweaver memberikan fitur baik bagi para desainer maupun developer. Software lain yang cukup banyak digunakan adalah Microsoft Frontpage.
Digital Video dan Visual Effects
Di kalangan semi professional, Adobe Premiere Pro adalah software editing video yang banyak digunakan. Sedang di kalangan para hobbyist, Ulead Media Studio cukup banyak dimanfaatkan. Sayangnya Premiere Pro tidak tersedia di komputer Macintosh di mana saat ini terdapat Final Cut Pro yang bahkan telah digunakan untuk penyuntingan film unggulan Oscar - Cold Mountain (sutradara Anthony Minghella).
Adobe After Effects yang terintegrasi baik dengan Premiere merupakan standar industri untuk aplikasi motion graphic dan visual effects. Seluruh industri film, video dan televisi menggunakan After Effects untuk membuat animasi bumper antar acara dan membuat efek-efek film sinegron yang belakangan ini sering menghiasi layar kaca.
Kini juga mulai hadir software DVD seperti Ulead DVD, Adobe Encore DVD dan Apple DVD Studio Pro atau iDVD.
3D Animation
Film animasi dan efek yang belakangan marak hanya bisa diwujudkan berkat dukungan software-software animasi. Di dunia film software terpopuler adalah Alias Maya, di dunia game adalah Discreet 3DS Max dan di layar kaca adalah Lightwave. Dari sisi popularitas, 3DS Max adalah yang paling banyak dipakai sehingga sangat resource yang tersedia sangat banyak. Maya merupakan software yang sangat powerful untuk character animation dan sesuai untuk siklus produksi yang besar. Sedang Lightwave yang relatif lebih ringan sesuai untuk animator yang bekerja
Digital Audio
Salah satu software yang populer adalah CoolEdit yang kini diakuisisi oleh Adobe dan diberi nama Adobe Audition. Di kalangan praktisi, software Protools masih tetap menjadi pilihan utama.
Kesimpulan
Demikian banyaknya software grafis tentunya memberikan kemudahan tetapi sekaligus membingungkan. Kunci mempelajarinya adalah memilih bidang yang kita minati dan berkonsentrasi. Setelah kita cukup menguasai, baru pindah ke bidang lain.
Sebaiknya dipilih software-software mainstream sehingga kita bisa yakin bahwa software tersebut kontinyuitasnya terjaga, di alam industri desktop publishing dan digital video, Adobe adalah leader, di bidang web dan multimedia dikuasai oleh Macromedia dan di 3d animation, Discreet paling banyak penggunanya.
Jika Anda tertarik mempelajari penggunaan software di atas, silakan mendapatkan informasi di Digital Studio (www.digitalstudio.co.id).
Dengan makin banyaknya aplikasi, terjadi spesialisasi software-software pada komputer grafis. Untuk memahami hal ini, kita perlu mengerti software yang terbukti menjadi pemimpin di masing-masing industri.
Desktop Publishing
Revolusi desktop publishing dimulai dengan komputer Apple dan software Aldus PageMaker. Tetapi dengan tingkat stabilitas output yang baik, QuarkXpress banyak menjadi pilihan bagi dunia penerbitan. Di Indonesia PageMaker banyak digunakan di penerbitan majalah sedang QuarkXpress di penerbitan koran.
Saat Aldus diakusisi Adobe, mereka mengembangkan InDesign. Dengan kemampuan object-oriented fungsi-fungsi di InDesign dirancang menjadi modul-modul yang bisa berkembang dengan fleksibel. Saat ini InDesign perlahan mulai menggantikan PageMaker dan QuarkXpress.
Adobe juga memiliki standar dokumen elektronik yang disebut Adobe Acrobat dengan file berekstensi .pdf (portable digital format). Standar ini telah digunakan untuk distribusi dokumen elektronik seperti e-book, e-government (form-form perpajakan) dan juga archival perpustakaan serta dokumen pada transaksi asuransi. Keunggulan Acrobat adalah security yang baik dan saat menggunakan form bisa disertai dengan digital signature.
Kombinasi InDesigan dan Acrobat sangat membantu pada perubahan workflow desain yang kini tidak lagi membutuhkan film dan langsung ke cetak. Teknologi ini digunakan oleh koran yang menggunakan teknologi cetak jarak jauh untuk mencetak beberapa versi berbeda di berbagai daerah secara simultan. Sebagai contoh kasus Kompas sudah mulai menerima file digital untuk pemasangan iklan.
Digital Illustration dan Design
Tidak lama setelah PageMaker, software ilustrasi berbasis vektor yang pertama kali muncul adalah Adobe Illustrator dan menjadi standar industri di seluruh dunia. Uniknya, di Jakarta perusahaan-perusahaan periklanan menggunakan Freehand yang dulunya adalah milik Aldus saat ini telah diambil alih oleh Macromedia. Di seluruh kota besar lain, tingkat pemakaian CorelDraw terbukti sangat tinggi di kalangan industri cetak. Banyak perusahaan memiliki software CorelDraw original karena tersedia bundel yang sarat clip art. Meskipun demikian, hingga saat ini CorelDraw masih sering menghadapi kendala teknis saat cetak dan banyak perusahaan pracetak memilih menggunakan Freehand dan Illustrator.
Digital Imaging
Tidak diragukan lagi, Photoshop adalah salah satu software terpopuler yang pernah ada. Semua kebutuhan komputer grafis sedikit banyak memanfaatkan Photoshop di dalam proses manipulasi citra, seperti desain grafis, periklanan, animasi, multimedia, video, dll. Versi terakhir dari Photoshop sarat dengan fungsi fotografi digital yang belakangan menjadi trend dunia. Photoshop saat ini dibundel dengan ImageReady yang ditargetkan untuk aplikasi web, tetapi software ini masih belum mampu menyaingi Fireworks dari Macromedia. ImageReady adalah software berbasis raster/bitmap, sedang Fireworks merupakan kombinasi software bitmap dan vektor sehingga sangat fleksibel untuk kebutuhan rancang elemen situs.
Bagi para pemakai yang concern dengan masalah copyright, tersedia software Paint Shop Pro dan Gimp dengan fitur-fitur yang relatif bagus dan menyerupai Photoshop.
Multimedia
Pada dekade 90-an, perkembangan CD-ROM memicu industri multimedia interaktif yang menggunakan software Macromedia Director. Di sini semua elemen multimedia seperti suara, gambar, video, animasi dan proses interaktifitas digabungkan. Belakangan Director memiliki fungsi untuk 3D interaktif dan membuat menu DVD.
Sofware multimedia paling populer saat ini adalah Flash yang awalnya dirancang sebagai software animasi kartun berbasis vektor yang memungkinkan distribusi animasi dengan ukuran relatif kecil. Flash dilengkapi dengan fungsi Actionscript yang menggunakan sintaks seperti Javascript memberikan kontrol yang sangat fleksibel.
Flash adalah software client side, di mana saat file diakses, server mengirimkan source file dan animasi serta interaktifitas dilakukan oleh komputer browser. Ini sangat berbeda dengan Director yang melakukan hal ini di server.
Perkembangan terakhir dari Flash adalah diperkuatnya integrasi dengan database sehingga memungkinkan membuat situs yang dynamic. Selain itu juga dikembangkan fitur Flash untuk kebutuhan mobile device seperti pocket PC.
Web Design
Integrasi Macromedia Dreamweaver dengan Fireworks dan Flash menjadi solusi desain situs yang sangat populer. Dreamweaver memberikan fitur baik bagi para desainer maupun developer. Software lain yang cukup banyak digunakan adalah Microsoft Frontpage.
Digital Video dan Visual Effects
Di kalangan semi professional, Adobe Premiere Pro adalah software editing video yang banyak digunakan. Sedang di kalangan para hobbyist, Ulead Media Studio cukup banyak dimanfaatkan. Sayangnya Premiere Pro tidak tersedia di komputer Macintosh di mana saat ini terdapat Final Cut Pro yang bahkan telah digunakan untuk penyuntingan film unggulan Oscar - Cold Mountain (sutradara Anthony Minghella).
Adobe After Effects yang terintegrasi baik dengan Premiere merupakan standar industri untuk aplikasi motion graphic dan visual effects. Seluruh industri film, video dan televisi menggunakan After Effects untuk membuat animasi bumper antar acara dan membuat efek-efek film sinegron yang belakangan ini sering menghiasi layar kaca.
Kini juga mulai hadir software DVD seperti Ulead DVD, Adobe Encore DVD dan Apple DVD Studio Pro atau iDVD.
3D Animation
Film animasi dan efek yang belakangan marak hanya bisa diwujudkan berkat dukungan software-software animasi. Di dunia film software terpopuler adalah Alias Maya, di dunia game adalah Discreet 3DS Max dan di layar kaca adalah Lightwave. Dari sisi popularitas, 3DS Max adalah yang paling banyak dipakai sehingga sangat resource yang tersedia sangat banyak. Maya merupakan software yang sangat powerful untuk character animation dan sesuai untuk siklus produksi yang besar. Sedang Lightwave yang relatif lebih ringan sesuai untuk animator yang bekerja
Digital Audio
Salah satu software yang populer adalah CoolEdit yang kini diakuisisi oleh Adobe dan diberi nama Adobe Audition. Di kalangan praktisi, software Protools masih tetap menjadi pilihan utama.
Kesimpulan
Demikian banyaknya software grafis tentunya memberikan kemudahan tetapi sekaligus membingungkan. Kunci mempelajarinya adalah memilih bidang yang kita minati dan berkonsentrasi. Setelah kita cukup menguasai, baru pindah ke bidang lain.
Sebaiknya dipilih software-software mainstream sehingga kita bisa yakin bahwa software tersebut kontinyuitasnya terjaga, di alam industri desktop publishing dan digital video, Adobe adalah leader, di bidang web dan multimedia dikuasai oleh Macromedia dan di 3d animation, Discreet paling banyak penggunanya.
Jika Anda tertarik mempelajari penggunaan software di atas, silakan mendapatkan informasi di Digital Studio (www.digitalstudio.co.id).
Labels:
software
Wednesday, January 10, 2001
Output Freehand
Q: Sedangkan kekurangan yang gak pasti, karena sering hang, ato mungkin kompatibility nya jelek, pokoknya berkisar pada system filenya mungkin. Pengalaman sih di kampus diajarin freehand, dan waktu tugas musti ngumpulin hasil print dan print nya. Entah gimana kok banyak banget yang ngalamin masalah.
A: Pengalaman menghadapi masalah ini karena outputnya di output center profesional atau cuma yang nyediain ngeprint pake printer biasa? Soalnya murid Digital Studio kemarin juga mengalami masalah output sehingga banyak yang bikin desain di Photoshop. Persoalannya adalah mereka output di tempat fotokopi dan output center biasa, bukan yang ditujukan untuk kalangan praktisi. Untuk output saya sarankan di perusahaan pracetak atau output center kayak Digital Printing (Subur).
Q: Mulai dari hasil print yang jelek/gak keruan(bukan karena printer), file yang di save di disket gak isa di buka, sering hang, dll.
A: Freehand 9 sering mengakibatkan halaman berhalaman banyak untuk tahu-tahu disepak keluar sendiri. Mungkin upgradenya memberikan solusi ini. Ini paling sering saya alami saat bekerja dalam network.
Q: Kok bisa filenya freehand jadi kecil banget, dan apakah ini baik. Soalnya pernah mbuat gambar di freehand yang menurutku udah cukup rumit (sampe waktu di zoom nampilinnya lama), tapi file nya gak lebih dari 500kb, sedangkan illustrator bisa sampe belasan MB. Mungkin ada yang bisa njelasin?
A: Karena based mereka berbeda. Illustrator menggunakan teknologi Postcript dan Acrobat sebagai dasar sehingga ini yang mengakibatkan saat dioutput paling tokcer. Tapi dari sisi kualitas nggak perlu takut, sama aja.
Andi
Digital Studio
A: Pengalaman menghadapi masalah ini karena outputnya di output center profesional atau cuma yang nyediain ngeprint pake printer biasa? Soalnya murid Digital Studio kemarin juga mengalami masalah output sehingga banyak yang bikin desain di Photoshop. Persoalannya adalah mereka output di tempat fotokopi dan output center biasa, bukan yang ditujukan untuk kalangan praktisi. Untuk output saya sarankan di perusahaan pracetak atau output center kayak Digital Printing (Subur).
Q: Mulai dari hasil print yang jelek/gak keruan(bukan karena printer), file yang di save di disket gak isa di buka, sering hang, dll.
A: Freehand 9 sering mengakibatkan halaman berhalaman banyak untuk tahu-tahu disepak keluar sendiri. Mungkin upgradenya memberikan solusi ini. Ini paling sering saya alami saat bekerja dalam network.
Q: Kok bisa filenya freehand jadi kecil banget, dan apakah ini baik. Soalnya pernah mbuat gambar di freehand yang menurutku udah cukup rumit (sampe waktu di zoom nampilinnya lama), tapi file nya gak lebih dari 500kb, sedangkan illustrator bisa sampe belasan MB. Mungkin ada yang bisa njelasin?
A: Karena based mereka berbeda. Illustrator menggunakan teknologi Postcript dan Acrobat sebagai dasar sehingga ini yang mengakibatkan saat dioutput paling tokcer. Tapi dari sisi kualitas nggak perlu takut, sama aja.
Andi
Digital Studio
Labels:
desktop publishing,
output,
software,
vector
Saturday, January 06, 2001
Illustrator 9
posted at Indo-graphic mailing list
Anybody using Illustrator 9? Kalo belum, please check it out, very cool indeed.
Ini ada beberapa fitur yang sangat menarik:
saya adalah:
Andi
Digital Studio Workshop
Anybody using Illustrator 9? Kalo belum, please check it out, very cool indeed.
Ini ada beberapa fitur yang sangat menarik:
- Ada fungsi transparansi yang mirip banget ama Photoshop, tapi paletnya terpisah dari palet Layers. Selain itu, juga bisa menggunakan gambar vektor atau image sebagai mask seperti layer masknya PS.
- Palet Layersnya kayak PS 6, di mana masing-masing layer bisa terdiri atas banyak objek yang masing-masing independen dan bisa memiliki informasi transparansi sendiri-sendiri. Fungsi Mask sekarang menjadi clipping group kayak PS.
- Ini yang powerful: ada palet Appearance, yang menyimpan semua efek untuk suatu objek sehingga semua objek menjadi live effects yakni kita masih bisa kembali ke efek apapun untuk diganti setting atau dibuang atau ditambahkan atau bahkan disimpan sebagai Style.
- Sekarang semua vektor bisa dikasih feather, drop shadow, dll
- Ada view untuk melihat transparansi objek persis di PS gitu, pake kotak-kotak karena sekarang objek bisa dikasih feather (masih tetep vektor lho)
- Bagi designer cetak yang suka pake warna spot, ada fungsi untuk ngeliat bagaimana efek overprint dihasilkan.
- Terus bagi pemake Flash, sekarang beberapa objek yang dipilih sekaligus dapat direlease to layer dan nanti diekspor ke Flash sebagai animasi. Ini juga powerful banget, bagi yang pernah pake Illustrator, efek blend, grouping objek dan art brush bisa direlease to layer.
- Ada preview pixel kayak Fireworks, dengan kata lain, vektor dengan tampilan pixel.
- Fungsi Save for Web yang persis PS
- Nggak kayak Illus 8 di mana shape yang udah jadi nggak bisa diubah lagi, sekarang shape kotak masih tetap bisa diubah jadi bulet, atau dijadikan rounded rectangle dengan masih bisa diedit seluruh efeknya.
- Meskipun udah dirasterize (jadi Bitmap), semua parameternya dari efek sebelumnya masih bisa diedit dan bahkan dikopi ke objek lain. Kalo ada yang pake 3D Studio Max, ini sama dengan fungsi object orientednya Max.
- Layer yang dibuat di Illus masih bisa dibuka di PS dan sebaliknya dengan tetap mempertahankan layernya. Bahkan teksnya pun masih bisa diedit. Nah lho!
saya adalah:
- live blend effects (jauh lebih powerful dari Freehand)
- art brush (kayak Painter tapi di vektor), di mana brush bisa berupa objek lain (biar gampang kalo mau bikin daun, efek tulisan kaligrafi)
Andi
Digital Studio Workshop
Labels:
desktop publishing,
software,
vector
Thursday, December 21, 2000
Various Topics
posted at Indo-graphic mailing list
Q: Buat yang monitornya pake vendor gede mereka emang menyediakan software khusus buat kalibrasi ini. Tapi buat monitor yang mereknya enggak jelas gimana ? Apakah bisa pakai kalibrasi lewat software bawaan program kita. Misal diphotoshop kan ada yang buat hal ini. Bener atau tidak pemikiran saya ini ??
A: Lebih baik dilakukan kalibrasi daripada tidak, minimal kalibrasi gamma (gelap terang monitor) yang biasanya termasuk set white point, black point dan midtone melalui fungsi brightness & contrast monitor. Langkah berikutnya adalah melakukan setting color temperature. Kalo pingin lihat proses kalibrasi ini, sempat saya tulis di Fotomedia edisi Nov atau Des 1999.
Secara default, Photoshop 5 ke atas menyertakan fungsi Adobe Gamma yang bisa diakses melalui Control Panel atau pilih Help/Color Management. Untuk mengkalibrasi, ikutin aja petunjuknya.
Monitor profesional selalu dilengkapi dengan color temperature setting, di mana white point monitor bisa diadjust sesuai kebutuhan. Monitor yang bukan ditargetkan untuk profesional biasanya tidak mempunyai fitur ini. Tetapi kalo memang kalibrasi dilakukan dengan baik, paling tidak masih bisa diprediksi dengan lumayan.
Q: Apakah ada tabel yang bisa kita contoh buat kurva ini ? Karena saya juga baru tahu kali ini bahwa untuk menset ink jet harus disesuaikan dengan karakter kertas yang akan digunakan.
A: Sayangnya tidak ada, tapi coba aja masuk situs HP dan cari karakteristik kurva untuk printer Anda. Ada satu software yang kayaknya menyediakan berbagai kurva untuk berbagai printer, tapi saat ini saya lupa namanya, pokoknya dari Adobe.
Q: Apakah monitor samsung yang versi DF sudah bisa dipercaya untuk kalibrasi warna ??
A: Monitor Samsung yang ditargetkan untuk profesional biasanya memiliki fungsi color temperature, coba cari aja. Saya sendiri nggak hafal. Favorit saya NF19.
Q: Gimana sich caranya membuat text yang melengkung kalau textnya sedikit dan membentuk lingkaran kalau textnya panjang dengan photoshop ? Ada yang bisa ngajarin ngga ?
A: Gini, tulis teks, buat seleksi yang lebih besar daripada teks dengan bentuk bujur sangkar (tekan Shift saat membuat seleksi), terus pake Filter/Distort/Polar Coordinates. Dengan memindahkan posisi seleksi atau mengatur bentuk seleksi, bentuk distorsi bisa diatur. Tetapi hasilnya teks tidak akan tajam karena ada proses distorsi.
Cara yang paling akurat dan hasilnya tajam adalah dengan membuat path sesuai bentuk dari objek lingkaran, kopi ke clipboard, pindah ke software vektor (Illus, FH atau CD), buat teks, atttach to path, kopi lagi, balik ke PS dan paste di PS.
Q: Utk photoshop 5.5 memang harus pake plugin deh. Saya pake Extensis Plugins.Kalo di photoshop 6.0 memang salah satu feature-nya yah ... perbaikan fasilitas text-nya yg lebih berguna.
A: Di PS 6, gampang banget, tinggal bikin teks, terus di option bar (bagian bawah dari pilihan menu), tekan tombol Warp Text dan pilihan bentuk warping teksnya buaanyak banget. Keutungannya, teks akan tetap bisa tajam bila dibanding pake teknik di PS 5.5
Q: Saya mo tanya nih...kalo kita olah image yang gede (42cm x 64cm - 300ppi) di Photoshop terdiri dari 6 image akan di gabung jadi satu, sebaiknya "Scratch Disks-nya" pake "Startup HD" atau pake HD lainnya ( 2 HD) , atau pakai 1 HD tapi beda partisi, idealnya untuk kerja seperti ini komputernya butuh RAM berapa MB.
A: Scratch disk di Mac atau di PC, saya sarankan untuk menggunakan satu partisi sendiri yang memang ditujukan untuk swap file, karena Photoshop akan bekerja dengan lebih cepat jika hardisk memiliki space kosong yang contiguous. Menggunakan scratch disk pada Startup atau Data akan membuat kerja PS tersendat jika space kosongnya berceceran. Kalo mau pake System atau Data, sering-sering lakukan defragmentasi.
Problem lain adalah jika Photoshop crash, akan membuat temporary file, biasanya numpuk di folder Windows/Temp (pada PC). Kalo di Mac OS lama akan otomatis dibuang, tapi Mac OS baru lebih bego sehingga harus dibuang manual. Caranya baik di PC, search *.tmp dan buang, kalo di Mac, search tmp dan buang. Keuntungan menggunakan hardisk terpisah di Mac adalah tinggal mengklik partisi hardisk dan pilih Erase Disk.
PS bekerja ideal dengan RAM maupun hardisk kosong sekitar 3-5 ukuran file yang dimanipulasi. Kalo emang filenya gedhe, mau nggak mau sedia scratch disk banyakan. Agar kerja PS tidak lambat pada pengerjaan file besar, ganti preferensi History menjadi sangat rendah (3-5 aja), biar nggak boros hardisk.
Andi
Digital Studio
Q: Buat yang monitornya pake vendor gede mereka emang menyediakan software khusus buat kalibrasi ini. Tapi buat monitor yang mereknya enggak jelas gimana ? Apakah bisa pakai kalibrasi lewat software bawaan program kita. Misal diphotoshop kan ada yang buat hal ini. Bener atau tidak pemikiran saya ini ??
A: Lebih baik dilakukan kalibrasi daripada tidak, minimal kalibrasi gamma (gelap terang monitor) yang biasanya termasuk set white point, black point dan midtone melalui fungsi brightness & contrast monitor. Langkah berikutnya adalah melakukan setting color temperature. Kalo pingin lihat proses kalibrasi ini, sempat saya tulis di Fotomedia edisi Nov atau Des 1999.
Secara default, Photoshop 5 ke atas menyertakan fungsi Adobe Gamma yang bisa diakses melalui Control Panel atau pilih Help/Color Management. Untuk mengkalibrasi, ikutin aja petunjuknya.
Monitor profesional selalu dilengkapi dengan color temperature setting, di mana white point monitor bisa diadjust sesuai kebutuhan. Monitor yang bukan ditargetkan untuk profesional biasanya tidak mempunyai fitur ini. Tetapi kalo memang kalibrasi dilakukan dengan baik, paling tidak masih bisa diprediksi dengan lumayan.
Q: Apakah ada tabel yang bisa kita contoh buat kurva ini ? Karena saya juga baru tahu kali ini bahwa untuk menset ink jet harus disesuaikan dengan karakter kertas yang akan digunakan.
A: Sayangnya tidak ada, tapi coba aja masuk situs HP dan cari karakteristik kurva untuk printer Anda. Ada satu software yang kayaknya menyediakan berbagai kurva untuk berbagai printer, tapi saat ini saya lupa namanya, pokoknya dari Adobe.
Q: Apakah monitor samsung yang versi DF sudah bisa dipercaya untuk kalibrasi warna ??
A: Monitor Samsung yang ditargetkan untuk profesional biasanya memiliki fungsi color temperature, coba cari aja. Saya sendiri nggak hafal. Favorit saya NF19.
Q: Gimana sich caranya membuat text yang melengkung kalau textnya sedikit dan membentuk lingkaran kalau textnya panjang dengan photoshop ? Ada yang bisa ngajarin ngga ?
A: Gini, tulis teks, buat seleksi yang lebih besar daripada teks dengan bentuk bujur sangkar (tekan Shift saat membuat seleksi), terus pake Filter/Distort/Polar Coordinates. Dengan memindahkan posisi seleksi atau mengatur bentuk seleksi, bentuk distorsi bisa diatur. Tetapi hasilnya teks tidak akan tajam karena ada proses distorsi.
Cara yang paling akurat dan hasilnya tajam adalah dengan membuat path sesuai bentuk dari objek lingkaran, kopi ke clipboard, pindah ke software vektor (Illus, FH atau CD), buat teks, atttach to path, kopi lagi, balik ke PS dan paste di PS.
Q: Utk photoshop 5.5 memang harus pake plugin deh. Saya pake Extensis Plugins.Kalo di photoshop 6.0 memang salah satu feature-nya yah ... perbaikan fasilitas text-nya yg lebih berguna.
A: Di PS 6, gampang banget, tinggal bikin teks, terus di option bar (bagian bawah dari pilihan menu), tekan tombol Warp Text dan pilihan bentuk warping teksnya buaanyak banget. Keutungannya, teks akan tetap bisa tajam bila dibanding pake teknik di PS 5.5
Q: Saya mo tanya nih...kalo kita olah image yang gede (42cm x 64cm - 300ppi) di Photoshop terdiri dari 6 image akan di gabung jadi satu, sebaiknya "Scratch Disks-nya" pake "Startup HD" atau pake HD lainnya ( 2 HD) , atau pakai 1 HD tapi beda partisi, idealnya untuk kerja seperti ini komputernya butuh RAM berapa MB.
A: Scratch disk di Mac atau di PC, saya sarankan untuk menggunakan satu partisi sendiri yang memang ditujukan untuk swap file, karena Photoshop akan bekerja dengan lebih cepat jika hardisk memiliki space kosong yang contiguous. Menggunakan scratch disk pada Startup atau Data akan membuat kerja PS tersendat jika space kosongnya berceceran. Kalo mau pake System atau Data, sering-sering lakukan defragmentasi.
Problem lain adalah jika Photoshop crash, akan membuat temporary file, biasanya numpuk di folder Windows/Temp (pada PC). Kalo di Mac OS lama akan otomatis dibuang, tapi Mac OS baru lebih bego sehingga harus dibuang manual. Caranya baik di PC, search *.tmp dan buang, kalo di Mac, search tmp dan buang. Keuntungan menggunakan hardisk terpisah di Mac adalah tinggal mengklik partisi hardisk dan pilih Erase Disk.
PS bekerja ideal dengan RAM maupun hardisk kosong sekitar 3-5 ukuran file yang dimanipulasi. Kalo emang filenya gedhe, mau nggak mau sedia scratch disk banyakan. Agar kerja PS tidak lambat pada pengerjaan file besar, ganti preferensi History menjadi sangat rendah (3-5 aja), biar nggak boros hardisk.
Andi
Digital Studio
Labels:
color,
desktop publishing,
software
Sunday, December 17, 2000
Illustrator, Freehand and Corel
posted at Indo-graphic mailing list
Q: Bisa nggak kasi sedikit tentang kelebihan dan kekurangan antara Illustrator, Freehand and Corel.
A: Secara umum, Corel paling banyak dipakai di PC dan Freehand paling banyak dipakai di Mac. Para praktisi banyak menggunakan Freehand karena software ini yang awalnya tersedia di Mac dan tidak banyak mengalami trouble saat output, berbeda dengan Corel yang banyak menimbulkan masalah saat output film.
Illustrator paling banyak dipakai di seluruh dunia karena Illustrator adalah software ilustrasi pertama di dunia.
Kelebihan Corel adalah fungsinya yang selalu mendahului software lainnya, tetapi karena policy Corel yang selalu mengupgrade software setiap tahun, software ini sangat rentan dan banyak mengalami bug. Selailn itu fitur-fitur advancenya (transparency) juga tidak bisa dioutput kecuali dikonversi dulu menjadi bitmap/raster.
Kelebihan Freehand adalah dukungan paling banyak dari perusahaan pracetak sehingga nggak masalah untuk output. Ingat bahwa tidak semua pracetak mendukung versi 9, rata-rata versi 8. Selain itu, Freehand 9 mengalami problem jika membuat dokumen berhalaman banyak (sering dikickout dari software tanpa sebab). Integrasi dengan Flash juga cukup bagus. Fungsi yang bagus menurut saya adalah fungsi Lens, Perspective Tool.
Kelebihan Illustrator adalah based on Postcript (dbuat oleh Adobe yang bikin bahasa Postcript) sehingga dari sisi output, software ini yang paling stabil. Keterbatasan utamanya adalah tidak mendukung multi page (menurut saya ini sangat konyol). Dari sisi fungsi, khususnya versi 9, menurut saya sangat spektakuler. Ada fungsi transparent dan transfer mode yang persis sama dengan Photoshop, artistic brush yang meniru software Expression, dukungan terhadap layer yang rrruarr biasa, live effects di mana masih bisa diaplikasikan filter Photoshop dan masih bisa diedit belakangan dan mesh gradient.
Saran saya, kombinasi Illustrator dan Freehand untuk desainer profesional. Illustrator digunakan untuk ilustrasi dan kemudian output sebagai EPS dan gunakan Freehand untuk layout final. You'll get the best of both software.
Untuk membuat layout desain multipage, saya sarankan untuk menggunakan Adobe InDesign yang memiliki fungsi multipage composer (auto hypenation dengan berdasarkan pada beberapa baris sekaligus), hirarchical master page (master page di dalam master page di dalam master page...), auto clipping path, teks yang bisa diisi gradasi, didistorsi dan masih bisa
diedit lagi.
Andi
Digital Studio
Q: Bisa nggak kasi sedikit tentang kelebihan dan kekurangan antara Illustrator, Freehand and Corel.
A: Secara umum, Corel paling banyak dipakai di PC dan Freehand paling banyak dipakai di Mac. Para praktisi banyak menggunakan Freehand karena software ini yang awalnya tersedia di Mac dan tidak banyak mengalami trouble saat output, berbeda dengan Corel yang banyak menimbulkan masalah saat output film.
Illustrator paling banyak dipakai di seluruh dunia karena Illustrator adalah software ilustrasi pertama di dunia.
Kelebihan Corel adalah fungsinya yang selalu mendahului software lainnya, tetapi karena policy Corel yang selalu mengupgrade software setiap tahun, software ini sangat rentan dan banyak mengalami bug. Selailn itu fitur-fitur advancenya (transparency) juga tidak bisa dioutput kecuali dikonversi dulu menjadi bitmap/raster.
Kelebihan Freehand adalah dukungan paling banyak dari perusahaan pracetak sehingga nggak masalah untuk output. Ingat bahwa tidak semua pracetak mendukung versi 9, rata-rata versi 8. Selain itu, Freehand 9 mengalami problem jika membuat dokumen berhalaman banyak (sering dikickout dari software tanpa sebab). Integrasi dengan Flash juga cukup bagus. Fungsi yang bagus menurut saya adalah fungsi Lens, Perspective Tool.
Kelebihan Illustrator adalah based on Postcript (dbuat oleh Adobe yang bikin bahasa Postcript) sehingga dari sisi output, software ini yang paling stabil. Keterbatasan utamanya adalah tidak mendukung multi page (menurut saya ini sangat konyol). Dari sisi fungsi, khususnya versi 9, menurut saya sangat spektakuler. Ada fungsi transparent dan transfer mode yang persis sama dengan Photoshop, artistic brush yang meniru software Expression, dukungan terhadap layer yang rrruarr biasa, live effects di mana masih bisa diaplikasikan filter Photoshop dan masih bisa diedit belakangan dan mesh gradient.
Saran saya, kombinasi Illustrator dan Freehand untuk desainer profesional. Illustrator digunakan untuk ilustrasi dan kemudian output sebagai EPS dan gunakan Freehand untuk layout final. You'll get the best of both software.
Untuk membuat layout desain multipage, saya sarankan untuk menggunakan Adobe InDesign yang memiliki fungsi multipage composer (auto hypenation dengan berdasarkan pada beberapa baris sekaligus), hirarchical master page (master page di dalam master page di dalam master page...), auto clipping path, teks yang bisa diisi gradasi, didistorsi dan masih bisa
diedit lagi.
Andi
Digital Studio
Labels:
desktop publishing,
software
Coreldraw Color
posted at Indo-graphic mailing list
Q: mau tanyak lagih nih saya kan pake corel draw 9 kenapa warnanya kalo diprint jadinya puyeh gak karuan warna merah tanah kebaca merah biasa dsb padahal saya pake printer deskjet 890 ada yang tau gak ?
A: Semua software grafis generasi baru sudah mendukung Color Management sehingga kontrol terhadap warna harus diset dulu sebelum software digunakan, biasanya terletak pada menu Preference.
Kalo memang pemahaman tentang fungsi CMS ini kurang, matikan saya (pilih None atau Off) dan kemudian print by the number, artinya, jangan percaya monitor tetapi lihat angka CMYK warna yang dipilih dan bandingkan dengan standar warna dari pracetak.
Andi
Digital Studio
Q: mau tanyak lagih nih saya kan pake corel draw 9 kenapa warnanya kalo diprint jadinya puyeh gak karuan warna merah tanah kebaca merah biasa dsb padahal saya pake printer deskjet 890 ada yang tau gak ?
A: Semua software grafis generasi baru sudah mendukung Color Management sehingga kontrol terhadap warna harus diset dulu sebelum software digunakan, biasanya terletak pada menu Preference.
Kalo memang pemahaman tentang fungsi CMS ini kurang, matikan saya (pilih None atau Off) dan kemudian print by the number, artinya, jangan percaya monitor tetapi lihat angka CMYK warna yang dipilih dan bandingkan dengan standar warna dari pracetak.
Andi
Digital Studio
Labels:
color,
desktop publishing,
software
Subscribe to:
Posts (Atom)