Thursday, August 23, 2007
Meniti Tangga Karier dengan Sertifikasi TI
Penulis: Anastasia Warih, Melani
Meningkatnya implementasi TI mulai dari operasional bisnis biasa sampai ke jaringan perusahaan yang lebih kompleks menyebabkan kebutuhan tenaga TI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang TI, tetapi juga nonTI. Seiring dengan kebutuhan tenaga kerja TI yang diperkirakan akan terus meningkat, berbagai posisi atau jabatan baru di bidang TI juga bermunculan.
Jika Anda berada berada di antara ratusan pelamar yang berharap mengisi beberapa lowongan di bidang TI, apa yang bisa membuat Anda berbeda dengan pelamar-pelamar lain? Lalu jika Anda sudah menjadi salah satu bagian dari tenaga TI dan ingin meniti tangga karier, apakah yang bisa Anda lakukan untuk menegaskan kualitas Anda dibanding sekian banyak rekan seprofesi Anda? Apa yang dapat menjadi jaminan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membayar Anda untuk solusi TI yang dapat Anda berikan ?
Salah satu jawabannya adalah dengan mendapatkan pengakuan atau sertifikasi untuk bidang spesialisasi Anda. Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah pendidikan formal yang sudah Anda kantongi belum cukup untuk membuktikan kemampuan Anda?
Cepatnya perkembangan TI serta semakin kompleksnya teknologi tidak memungkinkan bagi lembaga pendidikan untuk mengadopsi perubahan secara cepat. Keterbatasan kurikulum, dan keinginan untuk independen terhadap produk tertentu menjadi kendala menghadapi perubahan tersebut. Di sisi lain kebutuhan tenaga kerja TI sering membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik, seperti pengalaman terhadap penggunaan software tertentu yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Hal ini mendorong turun tangannya para vendor untuk ikut terjun dalam program pendidikan yang pada akhirnya melahirkan standar kompetensi atau sertifikasi.
Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah Anda harus mengejar sertifikasi? Apa saja keuntungan dari sertifikasi? Apa saja jenis sertifikasi TI yang ada, dan apa yang dibutuhkan untuk meraih sertifikasi tersebut?
Mengapa Harus Sertifikasi ?
Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja.
Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi.
Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan wawasan-wawasan baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga sapat membantu Anda meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja. Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara global ini mampu meningkatkan kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. Karena itu jangan heran jika sertifikasi yang telah Anda kantongi bisa lebih dihargai dibandingkan ijazah formal Anda.
A. Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman
Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.
Java
Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti COBOL, Cobol, Visual Basic, C, System/390 Assembler dan SmallTalk. Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.
Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat segmen. Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai lebih menggiurkan.
Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang menggunakan Java.
Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.
Yang keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan upah yang lebih tinggi.
Mendaki Tangga Sertifikasi Java
Sun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah: Sun Certified Programmer, Sun Certified Developer, dan Sun Certified Architect. Setiap jenjang sertifikasi membutuhkan jenjang sebelumnya. Contoh, untuk mengambil sertifikasi Developer Anda harus memiliki sertifikasi Programmer.
Sun Certified Programmer adalah sertifikasi paling dasar dari Sun untuk programmer Java. Untuk dapat menjadi seorang Certified Java Programmer, Anda harus lulus ujian Sun Certified Programmer for the Java 2 Platform 1.4 yang biayanya US$ 150. Ujian pilihan ganda ini dirancang untuk menguji pemahaman sintaks dan struktur Java pada materi-materi berikut: Dasar-dasar bahasa Java, teknik dasar pemrograman berorientasi obyek, penggunaan threads, dan kemampuan menggunakan paket standar Java seperti java.awt, java.lang, java.io, dan java.util. Untuk pemegang sertifikasi Java versi terdahulu dapat mengikuti ujian upgrade khusus.
Beberapa kursus yang dapat dikuti untuk mempersiapkan diri untuk sertifikasi ini adalah Java Technology for Structured Programmers yang ditujukan bagi mereka yang memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman terstruktur seperti COBOL; Java Programming Language for Non-Programmers yang dirancang untuk programmer yang tidak memiliki pengalaman melakukan pemrograman; dan Java Programming Language atau pengenalan Java untuk programmer yang berpengalaman dengan bahasa pemrograman lain.
Sun Certified Developer adalah anak tangga selanjutnya dari sertifikasi Sun. Anda mungkin berpikir hanya perlu sekali lagi mengerjakan soal-soal pilihan ganda untuk menjadi seorang Certified Dava Developer, tetapi Sun menuntut lebih banyak dalam ujian untuk jenjang ini.
Untuk sertifikasi SCJD selain harus sudah memiliki sertifikat SCJP, Anda harus menyelesaikan tugas pemrograman yang dirancang untuk menguji aplikasi keterampilan Java Anda dalam menghadapi persoalan dunia nyata . Untuk ujian tugas pemrograman ini Anda harus membayar biaya US$ 250.
Contoh, tugas pemrograman tersebut memiliki skenario berikut: Setelah membayar uang ujian, Anda mendownload sebuah code template dari Sun. Template ini harus Anda gunakan untuk membuat sebuah aplikasi GUI yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sebuah database melalui jaringan, dan melakukan konversi data dari format teks ke format database tersebut. Selama membuat program Anda diharuskan mendokumentasikan semua langkah yang Anda lakukan. Aplikasi yag Anda buat akan dinilai berdasarkan maintainability, penggunaan design pattern yang tepat, kejelasan kode, dan kesesuaian dengan code convention.
Setelah tugas pemrograman, Anda masih harus mengikuti ujian esai dengan biaya US$ 150, yang terdiri dari 5 sampai 10 soal esai, menanyakan berbagai hal tentang tugas pemrograman yang Anda selesaikan.
Beberapa kursus yang dapat diikuti untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti SCJD adalah Object-Oriented Application Analysis and Design for Java Technology (UML), yang merupakan kombinasi dari kuliah, tugas, dan diskusi yang mengajarkan analisa dan perancangan sitem menggunakan UML. Selain itu juga Java Programming Language Workshop yang memberikan pengalaman praktis melakukan perancangan aplikasi menggunakan Java.
Kalau Anda lebih tertarik untuk mengambil suatu spesialisasi tertentu dalam pemrograman Java seperti pemrograman aplikasi Web services atau aplikasi mobile , pada jenjang developer ini Sun menawarkan empat jenis spesialisasi: Sun Certified Web Component Developer (SCWCD), Sun Certified Business Component Developer (SCBCD), Sun Certified Developer for Java Web Services (SCDJWS), dan Sun Certified Mobile Application Developer untuk platform J2ME (SCMAD). Untuk setiap spesialisasi ini Anda harus lulus satu ujian pilihan ganda yang tergantung jenis spesialisasi yang ingin Anda ambil. Biaya untuk setiap ujian berkisar US$ 150.
Sun Certified Enterprise Architect for J2EE adalah sertifikasi premium dari Sun. Sebagaimana dicerminkan oleh namanya, sertifikasi ini sangat berfokus pada enterprise. Ini berarti pemegang sertifikasi ini dapat menangani pengembangan aplikasi berskala besar dengan tingkat availability yang tinggi. Untuk mendapatkannya, seseorang harus memiliki kedua sertifikat SCJP dan SCJD, lulus sebuah ujian pilihan untuk menguji pengetahuan seputar Java. Apabila lulus ujian pertama dilanjutkan menyelesaikan sebuah tugas pemrograman seperti pada saat pengambilan SCJD, dan diakhiri dengan sebuah ujian esai.
Untuk persiapan mengikuti sertifikasi SCEA Anda dapat mengikuti kursus Architecting and Designing J2EE Applications dan Developing Applications for the J2EE Platform dari Sun. Materi pada kursus tersebut difokuskan pada topik-topik seperti konsep pemrograman berorientasi obyek tingkat advanced, UML dan Enterprise Java Beans (EJB), dan aplikasi Standard Architecture Design Patterns.
Microsoft.Net
Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).
Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, memaintain, dan mendeploy aplikasi Web atau desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah. MCAD ditujukan untuk mereka yang lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan aplikasi, komponen, atau layanan database dan jaringan berskala kecil sampai menengah pada platform Windows.
Sebaiknya untuk mengambil sertifikasi MCAD Anda paling tidak sudah memiliki pengalaman 1 - 2 tahun dalam membuat aplikasi dan tidak asing dengan platform Microsoft .Net. Lingkup profesi yang terkait dengan sertifikasi ini di antaranya adalah programmer, analis, dan software developer.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCAD kandidat harus terlebih dahulu lulus dua ujian inti dan satu ujian pilihan dalam suatu area spesialisasi. Untuk ujian inti Anda dapat memilih satu ujian dalam spesialisasi Web Application Development atau Windows Application Development. Untuk satu ujian inti lagi Anda harus mengikuti ujian dalam bidang XML Web Services dan Server Components. Sementara untuk ujian pilihan Anda harus membuktikan diri dengan melewati suatu ujian keahlian dalam menggunakan salah satu produk server Microsoft, atau melakukan implementasi application security dengan platform Microsoft .Net.
Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified System Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk Microsoft.
Karena fokusnya pada kepemimpinan dalam proses pengembangan solusi bisnis berskala enterprise, lingkup profesi yang cocok dengan sertifikasi ini adalah software engineer, software development engineer, software architect, and konsultan. Seorang kandidat sertifikasi MCSD diharapkan sudah memiliki pengalaman minimal dua tahun dalam pengembangan solusi dan aplikasi.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCSD untuk Microsoft .Net seorang kandidat harus lulus dalam empat ujian inti dan satu ujian pilihan. Ujian inti meliputi satu ujian dalam bidang Web Application Development, satu ujian dalam bidang Windows Application Development, satu ujian dalam bidang XML Web Services and Server Components, dan satu ujian dalam bidang Solution Architecture. Untuk ujian pilihan Anda harus membuktikan diri dengan melewati suatu ujian keahlian dalam menggunakan salah satu produk server Microsoft atau melakukan implementasi application security dengan platform Microsoft .Net.
Walaupun ujian MCSD meliputi bidang-bidang yang sama dengan ujian MCSA, setiap ujian memiliki tingkatan kesulitan yang lebih tinggi dibanding MCSA. Pilihan untuk mengambil sertifikat MCSA atau MCSD sebaiknya ditentukan berdasarkan jenis peran kerja yang sedang atau ingin dijalani.
B. Sertifikasi untuk Database
Setelah membahas sertifikasi untuk bahasa pemrograman, pada bagian ini akan dibahas macam sertifikasi untuk keterampilan dalam teknologi database yang banyak digunakan. Kami memilih sertifikasi untuk Oracle dan Microsoft SQl Server.
Oracle
Sampai sekarang perusahaan software kedua terbesar di dunia ini masih merupakan penikmat pangsa pasar terbesar untuk software database. Ini membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikasi yang paling populer dan banyak dicari. Laporan IDC Certified Report 2002 menyebutkan bahwa sertifikasi Oracle adalah kualitas yang paling dicari oleh pasar TI.
Dalam situsnya Oracle menyebutkan bahwa 97 dari pemegang Oracle Certified Professional (OCP) mengatakan bahwa mereka diuntungkan oleh sertifikasi tersebut, 89% merasa kepercayaan diri terkait penguasaan keahlian Oracle meningkat, dan 96% mengaku menganjurkan program sertifikasi Oracle kepada orang lain. Sementara bagi perusahaan yang memiliki pegawai yang telah tersertifikasi, Oracle mengklaim bahwa berdasarkan survai perusahaan-perusahaan tersebut melaporkan penurunan waktu downtime sebesar 49%.
Untuk memenuhi kebutuhan industri akan berbagai spesialisasi keahlian dalam menggunakan teknologi Oracle, Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle. Setiap jalur sertifikasi dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentu seperti developer, administrator, atau Web server administrator.
Oracle Certified DBA adalah sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi dan solusi Oracle dalam menjalankan peran sebagai administrator database. Pada jalur sertifikasi ini terdapat tiga jenjang sertifikasi berikut:
• Oracle Certified DBA Associate, dengan sertifikasi pada jenjang ini sesorang dianggap memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan mereka bekerja sebagai anggota yunior dalam sebuah tim yang terdiri dari administrator database atau pengembang aplikasi. Ujian untuk mengambil sertifikasi ini meliputi dasar-dasar SQL dan dasar-dasar administrasi database. Sertifikasi ini tersedia untuk database Oracle9i dan Oracle 10g dengan sedikit perbedaan pada jumlah ujian yang harus dikuti.
• Oracle Certified DBA Professional, sertifikasi ini ditujukan bagi pemegang sertifikasi jenjang Associate yang ingin meningkatkan penguasaan teknologi Oracle dalam administrasi database. Pada jenjang ini kandidat akan mengikuti ujian yang meliputi teknik-teknik lanjut dari administrasi database dan juga teknik-teknik dalam melakukan performance tuning. Sertifikasi ini juga tersedia untuk database Oracle9i dan Oracle 10g dengan sedikit perbedaan pada jumlah ujian yang harus dikuti [lihat Tabel]. Pada jenjang ini kandidat yang berminat juga dapat mengambil ujian tambahan untu untuk spesialisasi manajemen database Oracle pada lingkungan sistem operasi Linux.
• Oracle Certified DBA Master, merupakan jenjang tertinggi dalam jalur sertifikasi DBA. Seorang OCM adalah seorang DBA profesional yang sudah teruji dalam menangani aplikasi dan sistem database yang memiliki karakter mission critical. Berbeda dengan ujian pada jenjang OCA dan OCM yang berupa ujian teori, ujian OCM mengambil bentuk praktikum di sebuah lab khusus di mana kandidat diminta untuk memberikan solusi terhadap berbagai skenario permasalahan yang meliputi konfigurasi database, konfigurasi jaringan database, konfigurasi dan penggunaan Oracle Enterprise Manager, dan hal-hal kritis seperti manajemen kinerja dan database recovery. Untuk wilayah Asia-Pasifik, ujian OCM hanya dapat dilakukan di lab Oracle yang terdapat di Hongkong dan Seoul.
Untuk jalur sertifikasi DBA juga tersedia ujian untuk mengupgrade sertifikasi Oracle versi terdahulu untuk mendapatkan sertifikasi Oracle terbaru.
- Oracle Certified Developer. Jalur Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang ingin mendapatkan pengakuan akan penguasaan pegetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi Oracle seperti PL/SQL dan Oracle Forms dalam mengembangkan berbagai aplikasi dan solusi. Pada jalur sertifikasi Developer terdapat tiga jenjang sertifikasi berikut :
• Oracle9i PL/SQl Developer Certified Associate, profesional dengan sertifikasi jenjang ini memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan peran fungsional sebagai pengembang aplikasi Oracle9i. Untuk sertifikasi ini kandidat harus mengikuti dua ujian yang meliputi dasar-dasar SQL dan PL/SQL serta teknik pemrograman dengan menggunakan PL/SQL.
• Oracle9iForms Developer Certified Professional, untuk memiliki sertifikasi ini kandidat harus sudah memiliki sertifikasi jenjang OCA. Pemegang OCA yang ingin mendapatkan sertifikasi OCP harus mengikuti satu ujian yang meliputi materi pengembangan aplikasi Internet menggunakan Oracle9iForms.
Selain kedua jenjang tersebut pemegang sertifikasi Oracle versi terdahulu dapat mengikuti ujian upgrade untuk mendapatkan sertifikasi Oracle versi terbaru.
- Oracle9iAS Web Administrator. Seiring meningkatnya kebutuhan akan profesional dalam bidang administrasi Web, Oracle membuka sebuah jalur sertifikasi bagi mereka yang menginginkan pengetahuan dan keterampilan sebagai Web Administrator untuk Oracle9i Application Server. Jalur sertifikasi ini baru menyediakan jenjang Oracle9iAS Web Administrator Certified Associate. Untuk mendapatkan sertifikasi ini kandidat harus mengikuti satu ujian yang meliputi materi administrasi dasar Oracle9i Application Server.
Salah satu yang membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang tinggi adalah tingkat kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Untuk setiap ujian, peserta baru dinyatakan lulus apabila skornya minimal 70 %. "Saya selalu menanyakan kesiapan setiap calon peserta ujian sertifikasi. Ujian Oracle tidak murah dan tidak mudah sehingga sayang sekali apabila harus tidak lulus," ujar Mardjuki (Education Director, Oracle University Indonesia).
Di lain pihak hal tersebut membuat pemegang sertifikat Oracle menjadi barang langka. Di Indonesia misalnya, menurut Mardjuki baru ada sekitar 300 pemegang sertifikat jenjang OCP, sementara untuk jenjang OCM jumlah mungkin hanya sebatas hitungan jari.
Microsoft
Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server.
Untuk mendapatkan sertifikasi MCDBA setiap kandidat harus lulus tiga ujian inti dan satu ujian pilihan. Ujian inti ini terdiri dari satu ujian untuk materi administrasi SQL Server, satu ujian perancangan database SQL Server, dan satu ujian Windows 2000 Sever atau Windows Server 2003. Sebagai tambahan ujian inti, kandidat harus lulus satu ujian pilihan dalam salah satu bidang keahlian produk
Microsoft.
C. Sertifikasi untuk Office
Sebagai aplikasi desktop, Microsoft Office mungkin menjadi aplikasi yang paling akrab dengan keseharaian pekerjaan kita. Mulai dari membantu menulis surat sampai membuat perencanaan proyek. Populernya aplikasi Microsoft Office dan kemudahan pemakaiannya seringkali membuat banyak penggunanya tidak merasa perlu untuk mempelajarinya secara serius. Padahal hal tersebut mungkin berakibat pada rendahnya utilitas pemanfaatan berbagai feature yang sebenarnya disediakan oleh Microsoft Office, dan tanpa disadari membuat kerja tidak seefisien seharusnya.
Sertifikasi Microsoft Office Specialist (Office Specialist) adalah sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam menggunakan Microsoft Office dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Fokus dari sertifikasi Office Specialist adalah mengevaluasi pemahaman menyeluruh terhadap program-program Microsoft Office dan Microsoft Project, kemampuan untuk menggunakan feature-feature advanced, dan kemampuan untuk mengintegrasikan program-program Office dengan software lain.
Sertifikasi Office Specialist tersedia dalam tiga jalur: Office 2003 Editions, Office XP, dan Office 2000. Untuk setiap jalur sertifikasi terbagi dalam tiga jenjang keahlian, yaitu Specialist, Expert, dan Master.
Selain untuk program-program yang termasuk suite aplikasi Microsoft Office, sertifikasi Office Specialist juga menawarkan sertifikasi khusus untuk Microsoft Project 2002 dan Microsoft Project 2000. Ujian sertifikasi Office Specialist untuk Microsoft Project difokuskan pada kemampuan menggunakan berbagai toolMicrosoft Project dalam pelaksanaan berbagai tahapan proyek, seperti perencanaan proyek, kustomisasi grafik dan laporan kemajuan proyek, dan memfasilitasi berbagai kegiatan kolaborasi dan komunikasi tim.
Daftar Authorized Training Partners
Jika Anda sudah memiliki cukup pengalaman dan merasa yakin menguasai software untuk sertifikasi yang ingin Anda ambil, tidak ada salahnya langsung memasuki ruang ujian. Namun jika masih ragu-ragu, ada baiknya mengikuti training yang diselenggarakan oleh beberapa training center yang ada.
Sebagai panduan, berikut beberapa training center yang menjadi partner beberapa vendor aplikasi pemberi sertifikasi tersebut.
Daftar Authorized Training Partners
Vendor Training Partners
Adobe - Digital Studio Workshop
Alias - Digital Studio Workshop
CIW PT Intellisys TriPratama
PT Executrain Nusantara Jaya
CompTIA PT States Information technology
Informatics
Cisco Training Partners (PT Datacraft Indonesia)
PT Inixindo
80 lembaga pendidikan yang menjadi Cisco Academy Partner
Macromedia - Digital Studio Workshop
Sekolah Web Indonesia
Informatics
Microsoft PT Asaba Computer Center
PT Ebiz Infotama
PT Executrain Nusantara Jaya
PT Intellisys TriPratama
PT Iverson Technology
PT Mitra Integrasi Informatika
PT NETtrain Infotama
PT Sarana Solusindo Informatika
PT Sentra Karya Informatika
Oracle PT Asaba Computer Center
PT Inixindo
PT Mitra Integrasi Informatika
SUN PT Inixindo
WOW WEB-C
D. Sertifikasi di Bidang Jaringan
Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi Cisco. Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco, sertifikasi di bidang jaringan yang juga cukup populer adalah sertifikasi yang diberikan oleh CompTIA, Novell, dan Solaris.
Cisco
Cisco memiliki tiga jenjang sertifikasi, yaitu Associate, Professional, dan Expert. Jenjang sertifikasi Cisco secara umum meliputi Cisco Certified Network Associate (CCNA), Cisco Certified Network Professional (CCNP), dan Cisco Certified Internetworking Expert.(CCIE). Selain tiga jenjang umum tersebut, Cisco juga memiliki jalur spesialisasi, seperti network design, security, dan business networking. Beberapa jenis sertifikasi untuk jalur spesialisasi ini di antaranya adalah Cisco Certified Designing Associate (CCDA), Cisco Certified Designing Professional (CCDP), dan Cisco Security Specialist 1 (CSS1), dan lain sebagainya.
Cisco Certified Network Associate (CCNA) merupakan fondasi awal untuk menapaki jenjang sertifikasi yang lain. Pemegang sertifikasi ini diharapkan sudah profesional dalam hal menginstall, mengkonfigurasi, dan mengoperasikan jaringan LAN atau WAN untuk jaringan kecil (100 client/PC atau kurang). Sementara bagi yang mengambil spesialisasi di bidang network design. Kesempatan kerja bagi pemegang sertifikasi ini umumnya adalah network administrator.
Jenjang berikutnya adalah Cisco Certified Network Professional (CCNP). Pada jenjang ini pemegang sertifikasi dianggap telah ahli dalam hal menginstall, mengkonfigurasi, serta memecahkan permasalahan LAN atau WAN dengan skala yang lebih luas (100 - 500 client/PC). Untuk mencapai jenjang ini peserta harus mengikuti empat jenis ujian, seperti membangun internetwork, multilayer switch network, remote access network, dan troubleshooting.
Untuk memperoleh dua jenis jenis sertifikasi tersebut ada dua cara yang bisa ditempuh dengan mengikuti kursus pada training center, atau mengikuti pendidikan melalui Cisco Academy Program. Cisco Academy Program merupakan program pendidikan yang digelar Cisco bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TI.
Berbeda dengan mengikuti kursus yang hanya membutuhkan waktu 10 hari, pendidikan melalui Academy Program ini memerlukan waktu lebih panjang, sekitar 8 bulan - 1 tahun. Kelebihannya, program ini memungkinkan bagi peserta yang belum memiliki pengalaman di lapangan untuk memperoleh sertifikasi dari Cisco. Saat ini ada 80 lembaga pendidikan yang menjadi partner Cisco dalam Cisco Academy Program.
Jika Anda ingin mengikuti training untuk mempersiapkan ujian sertifikasi CCNA ini setidaknya Anda harus menyiapkan anggaran sekitar US$ 500. Sementara untuk training CCNP diperlukan untuk jangka waktu 20 hari dengan biaya sekitar US$ 2900. Menurut Kurnijanto E Sanggono (Marketing Manager, Cisco Indonesia), training ini sifatnya lebih sebagai penyegaran, sebaiknya kandidat sudah memiliki pengalaman dalam menangani masalah jaringan.
CCIE merupakan jenjang tertinggi dalam jalur sertifikasi Cisco yang artinya pemangang sertifikasi ini telah mampu mengelola dan menangani berbagai permasalahan dalam jaringan sampai skala enterprise. Jenjang ini tidak mudah untuk diraih karena setidaknya kandidat harus sudah mengantongi sertifikasi CCNA dan CCNP terlebih dahulu. Tidak heran jika pemegang sertifikasi ini masih cukup langka, dan menjadi rebutan di bursa pencari tenaga TI. Menurut Kurnijanto, jumlah peraih sertifikasi CCIE ini di Indonesia belum ada 30 orang. Sementara peraih CCNP sudah lebih dari 2000 orang, dan peraih sertifikasi CCNA sudah di atas 10.000 orang.
Seseorang yang berhasil memperoleh sertifikasi CCIE benar-benar merupakan kandidat yang terpilih karena dari data Cisco kurang dari 3% peraih CCNP yang berhasil ke jenjang CCIE. Melewati ujian CCIE juga tidak mudah karena selain harus menyelesaikan soal-soal pilihan berganda dalam waktu 2 jam, peserta juga harus mampu mengkonfigurasi dan mengatasi masalah pada lokasi yang ditunjuk oleh Cisco dalam waktu 8 jam.
CompTIA
CompTIA memiliki beberapa jalur sertifikasi untuk menunjukkan keahlian di bidang jaringan, di antaranya adalah Comptia Network+, CompTIA Security+. Selain dua sertifikasi tersebut, CompTIA juga memiliki beberapa pilihan sertifikasi mengenai pengenalan hardware, yaitu CompTIA A+ dan CompTIA Server+.
CompTIA A+ merupakan sertifikasi paling dasar dari CompTIA yang ditujukan bagi pemula yang ingin meniti karier di bidang TI, atau menjadi teknisi komputer. Sertifikasi CompTIA A+ merupakan bentuk validasi kemampuan bahwa seseorang telah memiliki pengetahuan dasar di bidang hardware dan software. Beberapa ujian untuk meraih sertifikasi ini meliputi pengetahuan terhadap teknologi hardware dan sistem operasi secara umum, di mana peserta diharapkan sudah dapat menginstall, mengkonfigurasi, mendiagnosa, dan mengelola jaringan pada skala kecil. Jenis sertifikasi ini juga sering dijadikan landasan bagi kandidat untuk mengikuti jenjang sertifikasi yang lebih tinggi dari vendor lain, seperti MCSA dari Microsoft dan CNE dari Novell.
CompTIA Server+ merupakan pengakuan terhadap seseorang yang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai teknologi Industry Standard Server Architecture (ISSA). Meskipun CompTIA Server+ tidak mensyaratkan untuk memperoleh sertifikasi A+ terlebih dahulu, peserta dianjurkan untuk mengikuti sertifikasi tersebut. CompTIA Server+ merupakan jenjang lebih lanjut yang mempersiapkan kandidat sebagai teknisi komputer dan server untuk tingkat atas. Diharapkan kandidat mampu menginstall, mengupgrade, mengkonfigurasi, mengelola, dan memecahkan masalah.
CompTIA Network+ setingkat dengan sertifikasi CCNA merupakan sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi jaringan dalam menjalankan peran sebagai network support atau network administrator. Sebagai bekal mengikuti ujian sertifikasi ini, selain melalui training yang membutuhkan waktu sekitar satu minggu dengan biaya sekitar US$ 250, para peserta sebaiknya sudah berpengalaman mengelola jaringan setidaknya dalam jangka waktu 9 bulan. Para peserta ujian sertifikasi Nework + juga harus sudah mengantongi sertifikasi CompTIA A+. Beberapa training center mengemas dua program ini menjadi satu paket.
Jika Anda ingin diakui sebagai ahli di bidang sekuriti, CompTIA juga memiliki jalur sertifikasi khusus, yaitu CompTIA Security+. Materi ujian sertifikasi Security+ meliputi beberapa topik yang berkaitan dengan keamanan dalam berbagai industri, seperti communication security, infrastructure security, cryptography, access control, external attack, dan lain sebagainya. Untuk mempersiapkan ujian sertifikasi peserta dapat mengikuti training. Namun sebaiknya peserta sudah berpengalaman setidaknya dua tahun dalam menangani jaringan, utamanya yang berkaitan dengan masalah sekuriti.
E. Sertifikasi di Bidang Computer Graphics dan Multimedia
Peluang karier di bidang Computer Graphics dan Multimedia sangat luas, mulai dari designer, art director, web designer, editor, multimedia artist, visualizer, visual effect artist, dan banyak lagi. Tidak heran jika training di bidang animasi, desain grafis, desain Web, digital video, dan digital imaging ini semakin diminati.
Apa yang bisa Anda lakukan jika Anda ingin diakui sebagai ahlinya di bidang desktop publishing, animasi, digital video, atau desain Web? Tentu saja Anda bisa menempuh berbagai training dan jalur sertifikasi yang ditawarkan oleh vendor-vendor aplikasi yang bergelut di bidang multimedia ini.
Beberapa vendor yang mengeluarkan sertifikasi di bidang ini adalah Adobe, Macromedia, Autodesk, dan Maya. Menurut Andi Surya Budiman (Direktur, Digital Studio), peminat training computer graphics dan multimedia, khususnya di Idonesia, semakin banyak tetapi masih jarang yang mengambil jalur sertifikasi. Umumnya peserta sudah merasa cukup bekal dengan mengantongi certificate of attendance atau sertifikat yang didapat dengan mengikuti training dengan kurikulum dari vendor aplikasi tersebut.
Andi juga menekankan bahwa sertifikasi akan sangat berarti ketika Anda ingin berkompetisi dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. "Beberapa siswa yang sudah mengantongi sertifikasi bahkan mendapat pengurangan kredit atas mata pelajaran yang harus diambil ketika melanjutkan studi di luar negeri," ungkap Andi.
Adobe, Macromedia, dan Alias
Sertifikasi yang dimiliki Adobe dinamakan ACE (Adobe Certified Expert). ACE ditujukan untuk para Graphics Designer, Web Designer, Developer, dan profesional bisnis yang ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami produk Adobe.
Seseorang yang memperoleh sertifikasi ACE artinya mampu mendemonstrasikan keahliannya menggunakan satu atau lebih produk dari Adobe. Sertifikasi Adobe yang banyak digunakan industri adalah di bidang desktop publishing yang meliputi aplikasi Photoshop, Illustrator, dan InDesign; serta di bidang digital video meliputi aplikasi Premiere dan After Effect.
Adobe membagi jalur sertifikasi menjadi dua, yaitu sertifikasi untuk satu produk dan spesialis. Untuk satu produk misalnya ACE Adobe InDesign CS, artinya peserta telah lulus ujian Adobe InDesign CS.
Sedangkan untuk sertifikasi spesialis, terdapat beberapa pilihan yaitu ACE Print Specialist, Web Specialist, dan Video Specialist. Untuk bisa memperoleh gelar atau sertifikasi ACE Print Specialist peserta harus mampu melewati beberapa ujian meliputi Adobe InDesign, Adobe Acrobat, dan Adobe Illustrator atau Adobe Photoshop. Untuk ACE Web Specialist, peserta harus lulus ujian Adobe Photoshop, Adobe GoLive, dan Adobe Illustrator atau Adobe Acrobat. Sementara untuk menjadi ACE, Video Specialist, peserta harus lulus ujian Adobe Photoshop, Adobe Premiere, dan Adobe Affter Effects.
Jika kandidat mampu menguasai, dan lulus semua produk suite Adobe (Adobe Acrobat, Adobe GoLive, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, dan Adobe Photoshop), ia akan memperoleh gelar tertinggi, yaitu ACE Creative Suite Master.
Seperti Adobe, Macromedia memiliki sertifikasi yang menunjukkan kemampuan seseorang telah menguasai satu atau lebih produk dari Macromedia. Beberapa sertifikasi yang dimiliki Macromedia adalah Certified Macromedia Flash MX Developer, Certified Macromedia Flash MX Designer, Certified ColdFusion MX Developer, dan Certified Dreamweaver MX Developer. Untuk memperoleh gelar tersebut Anda bisa mengikui ujian di salah satu testing center VUE (Virtual University Enterprise).
Lalu jika ingin diakui sebagai ahli di bidang grafis dan animasi 3D, Anda dapat mengantongi sertifikasi dari Alias dengan menguasai aplikasi Maya. Maya mengintegrasikan teknologi render tingkat lanjut, visual effect, animasi, dan modeling yang banyak digunakan video artist, game developer, maupun Web Designer dalam pembuatan film, game, maupun content Web yang banyak menggunakan animasi 3D.
Untuk mempersiapkan ujian sertifikasi dari Adobe, Macromedia, atau Alias tersebut selain dengan mengikuti training, dianjurkan untuk menggunakan produk tersebut selama minimal satu tahun.
Certified Internet Web Master
Jika ingin dianggap jago di bidang Internet, Anda bisa mengambil sertifikasi yang dikeluarkan oleh Certified Internet Web Master(CIW). Jalur sertifikasi CIW ini sangat beragam mulai sertifikasi untuk pemula sampai master.
Sertifikasi paling dasar yang sekaligus disyaratkan untuk mengambil sertifikasi untuk tingkat lebih lanjut adalah CIW Associates. CIW Associates adalah sertifikasi yang menguji penguasaan dasar teknologi Internet, seperti Web browser, FTP dan e-mail, Web page authoring menggunakan XHTML, dasar-dasar infrastuktur jaringan, dan manajemen proyek. Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang bekerja sebagai business development, advertising, dan sales.
Jenjang berikutnya adalah CIW Profesional dan CIW Master. Untuk menjadi mendapat gelar master terdapat empat pilihan jalur spesialisasi, yaitu Master CIW Designer, Master CIW Administrator, Master CIW Web Site Manager, dan Master CIW Enterprise Develper. Masing-masing jalur memiliki pilihan spesialisasi yang harus ditempuh. Sebelum mencapai tingkat master, Anda dapat meraih gelar CIW Profesional jika bisa melewati ujian CIW Associate dan salah satu spesialisasi yang dari empat jalur yang tersedia tersebut.
Selain jalur tersebut, CIW juga memiliki beberapa pilihan sertifikasi khusus, seperti CIW Security Analist dan CIW Web Developer.
World Organization of Webmasters
Di bidang Internet, selain sertifikasi dari CIW juga ada sertifikasi yang dikeluarkan oleh World Organization of Webmasters (WOW). Sertifikasi yang dikeluarkan oleh WOW ini juga terdiri dari beberapa jenjang.
Jenjang dasar terdiri dari WOW Certified Apprentice Webmaster (CAW), WOW Certified Web Designer Apprentice (CWDSA), WOW Certified Web Developer Apprentice (CWDVA), dan WOW Certified Web Administrator Apprentice (CWAA). Sedangkan untuk jenjang yang lebih tinggi adalah WOW Certified Professional Webmaster (CPW).
Dengan sertifikasi CAW, seseorang dianggap memiliki pengetahuan dasar mengenai Internet dapat membuat layout halaman Web, membuat content yang kaya dan nyaman, membuat dan memanipulasi image. CWDSA lebih ditujukan bagi para calon Web Designer. Pada pilihan ini kandidat diharapkan menguasai seni mendesain Web agar lebih artistik dan menarik. CWDVA ditujukan bagi para pengembang Web yang lebih banyak berurusan dengan struktur dan interaksi dalam menciptakan situs Web. Sedangkan bagi para Web administrator jalur sertifikasi yang bisa diambil adalah CWAA yang lebih banyak berkecimpung dengan infrastruktur software dan hardware yang mendukung komunikasi Internet.
Jenjang yang lebih profesional atau CPW bisa langsung diraih secara otomatis jika kandidat berhasil memperoleh empat sertifikasi pada tingkat Apprentice.
Berbeda dengan sertifikasi CIW dimana ujian dapat Anda ikuti melalui testing center yang menjadi partner Promatic, sertifikasi dari WOW ini dapat Anda peroleh dengan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh WOW.
Friday, August 17, 2007
Jakarta: Welcome to the urban Jungle - FDG expo 2007 conference- Indonesia
Friday, August 17th, 2007
From the workshop session I gave as part of FGD Expo 2007 in Indonesia. With the assignment “Branding Jakarta”.
Probably nothing illustrates the experience of my Jakarta visit last week more than the slogan “Welcome to the Urban Jungle”, which was created by my students for an assignment in the workshop I gave during the FGD expo 2007 to brand the city of Jakarta. The idea of the workshop came from the big interest people in the conference showed in our 2003 project of branding Qatar- and there was nothing better within the givens of the workshop besides having a small “visual identity for Jakarta” exercise. The one day workshop included around 30 particpants, mostly professional designers working in design and advertising firms across indonesia. The workshop included two other sessions beside mine, one with Stefan Sagmeister and one with Eero Miettinen from Nokia Finland. Stefan gave the participants an assignment to develop an Anti-corruption campaign, While Eero gave an intriguing exercise which started by asking the designers to come up with a very stupid product idea- and chose the most stupid product and then had the students re-package it and brand it and make it into an interesting commercially viable product.
From the opening ceremony of the FGD Expo 2007 at the Jakarta Convention Center.
The Jakarta branding exercise was actually more exciting than what i expected, as I am always reluctant about short one day workshops. However, I was excited to see that most of the groups approached the assignment with an unpredictable honesty. They did not try to project the city as an “Asian exotic” destination, nor to make of it an elegant and over-refined destination that might eventually mislead a oential visitor. They did focus however on the real side of the city, in all its imperfection: The Pollution, the traffic jam, the rule of no rule, the surprise element, the visible social contrast…etc - and tried to make out of that the charming element that makes the city unique. Another concept developed was a pro-active identity, where the identity of the city consisted of a certain “award points” system- that citizens of the city could collect upon acting positively towards the well being of the city- and also loose upon being fined to any negative act. The collected award points could be used for free public transport, free museum entrances and other given services. And the entire identity of the city revolved around developing graphically and conceptually the entire award points system- and linking it as a visual identity towards the identity of the city. The other concept of the “urban jungle” was suggested with a series of very creative ancillary products, such as a “jakarta survival Kit”, distributed in touristic locations and containing, besides some humorous items that helps a first time visitor to survive the chaos of the city, the basic promotional touristic items regularly needed.
The conference was highly covered by the local press. Our PR brief as speakers was simple: highlight the importance of Design for the growing economy of Indonesia
The workshop was part of the bigger event, the FGD expo 2007 conference, taking place for the first time, as an effort from indonesia to develop further its graphic design scene, and highlight the importance of design in its emerging economy. I was particularly excited about giving a talk in indonesia because most of the audience was able to read arabic, and had a particular interest in modern arabic typography; calligraphy based projects; as well as arabic fonts and typefaces developed at Tarek Atrissi Design. Other speakers included Karim Rachid and Stefan Sagmeister, the big New York Designers; Freeman Lau, Ahn Sang-soo and Sudhir Sharma, my co-associates from the Design Alliance- Asia; as well as other speakers such as Lisa Yong, Kiyofumi Suzuki and Jarno Peltonen among others. Every talk had its interesting part; personally I found it a great pleasure to listen again to Sagmeister, once my teacher at the School of Visual Arts in New York, and recall how inspiring he is as he talks about design, and get to see some of his new work that I did not get the chance to see earlier. Ahn Sang-soo’s lecture in which he showed his work was absolutely fantastic, and not for the first time I was so intrigued by his innovation and experimental use of Korean Typography- and inspired by it to explore new possibilities with Arabic Typography. “When I design” said Ahn “I feels like I am writing poetry. It is often a deep self expression, a freedom of work as Marinetti would put it”.
“Influence of the Middle East” was the topic of the lecture I presented at the FGD Expo 2007 conference
The conference attracted an impressive number of audience, and the press coverage was remarkable. During the week all of the speakers were constantly interviewed and broadcasted- and our PR brief was clear: highlight the importance of design and to “think big with design”. Needless to say, how well organized the entire event was, and the touching Asian hospitality that our hosts have shown during this memorable one week event. We got the chance to meet the local designers, motivated and ambitious and eager to develop their profession further, and to see the work being developed in the design studios and firms across indonesia. The hospitality of the organizers and the conference participants took us to experience the different layers of the cosmopolitan city.
A true “urban Jungle”, yet a jungle that no one should miss experiencing it.
The Lecture of Stefan Sagmeister included the showcase of many new projects developed in Sageister’s NYC based office, such as the Casa Da Musica (the music center built by Rem Koolhaas) visual identity in Porto.
Friday, August 10, 2007
FGDexpo Conference
FGD Expo 2007 telah resmi dibuka pada tanggal 8 Agustus 2007 kemarin. Bertempat di JCC, FGD Expo kali ini berskala cukup besar, yang dapat terlihat dari luasnya lokasi expo (25.000 meter persegi), dan pembicara yang berkaliber internasional.
Hari pertama FGD Expo diisi dengan acara Opening Ceremony dan Press Conference. Klik read more untuk mengetahui laporan selengkapnya.
OPENING CEREMONY
Acara pembukaan dimulai pada pukul 11.00, dan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh. Dalam sambutannya, Meninfokom M.Nuh mengatakan "creativity itu memang ada syaratnya..syarat yang pertama yaitu kebebasan, tidak mungkin seseorang melakukan atau menuangkan ekspresinya, creativity-nya kalau tidak ada atmosfir kebebasan dalam melakukan ekspresi itu"
Selain Menkominfo M.Nuh, acara yang diramaikan oleh tari-tarian daerah ini juga dihadiri oleh Surya Paloh, Ketua FGD David. B. Miharja, ketua panitia FGD Expo 2007 Ivan A Noe'man, dan beberapa tamu penting lainnya.
Opening ceremony ini ditutup dengan pemukulan gong oleh Menkominfo M.Nuh, dan dilanjutkan dengan peninjauan stand-stand utama di main lobby.
Acara kemudian dilanjutkan pada pukul 13.00 dengan press conference yang bertempat di Press Room Hall A. Beberapa pembicara yang akan menggelar seminar turut serta dalam press conference ini. Mereka adalah Stefan Sagmeister( Sagmeister, Inc ), Eero Mietinnen( Nokia Design Center ), Lisa Young( Y Studio LLC ), Freman Lau ( Kan Lau Design ), Tarek Atrissi ( Tarek Atrissi Design ), Sudhir Sarma ( Elephant Design ), Ahn Sang Soo ( Hong Ik University ), dan Jarno Peltonen ( Finland ).
Stefan Sagmeister
(Sagmeister Inc, USA)
designer for Pat Metheny, Lou Reed, David Bryne, and many more
Lisa Yong
( Y Studio LLC, California USA )
Have a good eye to choose local objects which have international value
Freeman Lau
( Kan Lau Design, Hong Kong )
One of Hong Kong's most inspiring design profile
Eero Mietinnen
( Nokia Design Center , Finland )
How Nokia Become world's favourite brand
Tarek Atrissi
( Tarek Atrissi Design, The Netherlands )
In his hand local value become a worlwide acceptance
Ahn Sang-Soo
( Hong Ik University, Korea )
Lecturing ini one of World's best design school, creating a spesific Korean alphabet typeface
Sudhir Sharma
( Elephant Design, India )
Motivating India to become a design country
Jarno Peltonen
( Finland )
A compelling figure from a nation of design, Finland
Press Conference ini dipimpin langsung oleh Andi S Boediman selaku Conference Director FGD Expo 2007. Selain sesi perkenalan para pembicara, diadakan juga sesi tanya jawab dari para wartawan. Dalam sesi ini ada beberapa pertanyaan yang cukup menarik, diantaranya adalah pertanyaan tentang desain paling kontroversial yang pernah mereka buat.
Stefan Sagmeister dari Sagmeister Inc mengaku pernah membuat sebuah poster dengan menggunakan badannya sendiri dan menyilet badannya untuk menuliskan kata-kata dalam poster tersebut. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk membuat sebuah poster yang 'lain daripada yang lain', juga untuk menunjukkan kepada pembaca proses pembuatannya dalam waktu singkat.
Sesi tanya jawab pun ditutup dengan pertanyaan yang cukup sulit, 'bagaimana cara mendeskripsikan sebuah desain yang baik?'
Mendengar pertanyaan ini beberapa pembicara terlihat cukup memutar otak, namun jawaban yang keluar pun cukup memuaskan. Sudhir Sarma dari Elephant Design menjawab, sebuah desain yang baik harus bermanfaat. Desain berbeda dengan seni, karena seni indah namun belum tentu bermanfaat bagi banyak orang, sedangkan desain menekankan kegunaan dan efektifitasnya. Stefan Sagmeister menambahkan dengan sebuah kutipan "Design has to work, art is not"
Press Conference pun ditutup dengan sesi tanya jawab antara wartawan dengan ketua panitia seputar acara yang akan berlangsung.
Tuesday, August 07, 2007
Dinner with Karim Rashid
Wednesday, August 01, 2007
Salon Foto Indonesia 2007
Juri: Leo K.Hartana, ARPS :; Agus Leonardus, A.FPSI****: Tonny Djohan, ARPS, AFPSI**: Andi S.Boediman; Santoso Alimin,AFPSI**, EFPSI
Power of Jakarta - Mukri Sulaiman, A.FPSI (Tangerang)
MEDALI EMAS Special Award :KC Limarga
Saya selalu menikmati saat-saat berkumpul dengan para fotografer di Salon Foto. Ini kali kedua saya diminta menjadi juri. Kali ini dalam kategori Kreatif Inovatif (Sofcopy Digital).
Saya melihat peningkatan yang cukup signifikan dari beberapa tahun sebelumnya. Inovasi melalui efek digital tidak lagi sebatas filter, tetapi telah mampu memberikan makna atas visualisasi.
Proses penjurian selalu melalui beberapa tahap. Di tahap awal, kita berlima duduk melihat monitor dan memilih foto yang layak pamer atau tidak. Setelah melalui tahap ini, kita mulai memberikan nilai atas foto-foto yang masuk nominasi. Dari sekian foto terpilih, maka para juri memberikan rank atas foto dan kita saling berdiskusi dan bertukar pendapat mengapa memilih foto-foto tersebut. Terakhir, nilai tertinggi adalah berdasarkan angka yang diberikan oleh para juri. Bravo untuk pemenang Salon Foto 2007.
Stop Smoke- AdihtyaZen (Bandung)
MEDALI PERAK
Thursday, June 28, 2007
Diskusi Creative Industry in ICT
Source: CHIP Online
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi nasional XII yang jatuh pada 10 Agustus 2007 nanti, Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia diskusi “Creative industry in ICT” di Indonesia. Diskusi yang diadakan pada tanggal 27 Juni 2007 lalu di Gedung BPPT2, Jakarta ini dipandu oleh Richard Mengko, staf ahli Menristek bidang teknologi pertahanan dan keamanan, serta menghadirkan pembicara Andi S. Boediman dari Digital Studio.
Diskusi juga menghadirkan tiga anak muda Indonesia yang telah telah memiliki nama di bidang creative industry. Ketiganya adalah Wahyu Aditya, pendiri sekolah Hello Motion yang bergerak pada dunia animasi 2D dan 3D; Bullit Sesariza, dari Matahari Studio; dan Yoris Sebastian, General Manager Hard Rock Café Indonesia. Ketiga orang tersebut menjelaskan berbagai keuntungan yang bisa didapat dalam creative industry. Oleh karena itu, mereka juga mengharapkan dukungan pemerintah dalam memajukan creative industry.
Industri Kreatif Terganjal Kendala
JAKARTA : Pernahkah anda men-dowload gambar lucu dari operator telepon genggam? Atau mengganti wallpaper telepon genggam atau komputer agar sesuai dengan tren saat ini? Sayangnya, buah karya kalangan yang bergerak di bidang industri kreatif tersebut belum mampu menyentuh pangsa pasar Indonesia yang sangat besar.
“Indonesia menempati urutan keempat di dunia dalam jumlah penduduk. Namun, pangsa pasar yang luas ini tidak tersentuh industri kreatif di dalam negeri, karena terganjal berbagai kendala,” ujar Andi S, Boediman, konsultan sekaligus wakil dari kalangan industri kreatif di sela-sela acara Ritech Expo Promotion ‘Industry Creative in Act’ di Jakarta, Rabu (27/6).
Kendala yang dihadapi, lanjut Andi, diantaranya masalah jaringan distribusi produk (industri film), serta sistem pembayaran (industri telekomunikasi). “Adanya monopoli, atau sistem pembayaran yang tidak sesuai dengan tarif sebenarnya, menghambat perusahaan produksi termasuk industri kreatif di dalamnya,” ujarnya.
Disisi lain, tidak adanya dukungan kuat dari pemerintah terhadap perkembangan industri kreatif. Hal ini, lanjut dia, dikarenakan pemerintah tidak menilai industri kreatif sebagai suatu potensi bisnis yang mampu mendatangkan pemasukan negara dalam jumlah besar. Berbeda dengan negara lain, pemerintahnya memberikan dukungan bagi perkembangan industri kreatif. “Contohnya Jepang, 60% media dikuasai komik dan animasi. Sedangkan, animasi di India diprediksikan 2030 menguasai dunia. Sedangkan di Indonesia hingga kini bahkan belum ada data mengenai industri kreatif,” ujarnya.
Perusahaan kreatif di dalam negeri, saat ini masuk dalam bagian dari perusahaan besar yang bergerak dalam bidang, penerbitan, pengepakan, dan promosi. ‘’Namun, bidang telekomunikasi khususnya mobile tengah dilirik kalangan perusahaan kreatif karena memiliki potensi besar untuk berkembang. Infrastrukturnya sudah lengkap. Tinggal membenahi sistem pembayarannya. Juga makanan dan kerajinan Indonesia,’’ ujarnya. (Lea)
Thursday, May 24, 2007
Web 2.0 Landscape
The proliferation of web 2.0 is similar to the technology growth of Internet when it was rolls out. The previous model is based on multimedia, now web 2.0 concentrate on service.
To understand more about web 2.0, get an easy understanding from Common Craft. This video is about social networking.
Saturday, May 12, 2007
1001 Inspiration @ Desain Grafis Indonesia
Source: Desain Grafis Indonesia
17-25 April 2007
“1001 Inspiration Design Festival”, sebuah acara berskala besar pertama di bidang komunikasi visual Indonesia (desain grafis, multimedia, animasi) yang diselenggarakan oleh majalah desain grafis Concept dan Digital Studio College. Acara yang digelar pada tanggal 17-25 April ini secara umum dipecah dalam dua bagian yaitu “Inspiration Light Up” (seminar kreatif menghadirkan pembicara luar dan dalam negeri, yang berlangsung 17-19 April di Crown Plaza Jakarta) dan Exhibition (memamerkan karya peserta kompetisi desain “1001 Cover Concept”, karya lulusan Digital Studio College, karya para desainer Inggris, serta acara hiburan lainnya), yang berlangsung 20-25 April di Senayan City Jakarta).
Sebagai bagian dari “1001 Inspiration Design Festival” majalah desain grafis Concept mengadakan kompetisi desain “1001 Cover Concept” yang bermaksud memecahkan rekor dunia ‘majalah dengan variasi cover terbanyak dalam satu edisi’. Kompetisi dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah ini (hadiah utama sebuah mobil Chevrolet-Kalos) diadakan dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada para desainer muda Indonesia untuk ikut merasakan menjadi pemecah rekor bersama-sama.
Total karya yang masuk berjumlah lebih dari 1300 karya, yang setelah didata dan dipilah, ditentukan 1001 pemecah rekornya. Pada tahap berikutnya tim intern Concept menyeleksi 208 karya yang dinilai unggul. Ke 208 karya tersebut disaring lagi hingga menjadi 101 semifinalis untuk kemudian dinilai oleh 5 juri yang terdiri dari Hanny Kardinata (Desainer Grafis Senior), Hermawan Tanzil (Creative Director LeBoYe yang mewakili Adgi-Indonesia Design Professionals Association), Mendiola B Wiryawan (Creative Director Mendiola Design yang mewakili FDGI-Forum Desain Grafis Indonesia), Vera Tarjono (Art Director Majalah Concept) dan Stefanus Aristo Kristandyo (Marketing Manager General Motor yang mewakili GM sebagai sponsor utama).
Penjurian yang berlangsung di Ruang Pamer Seni Rupa-Institut Kesenian Jakarta itu memilih 11 finalis, yang kemudian dipersempit hingga menjadi tiga pemenang, masing-masing sebagai juara pertama Daud Budi Surya Nugraha, juara kedua Marishka Cempaka Dewi dan juara ketiga Agra Satria.
Thursday, May 10, 2007
1001 Inspiration @ blogs
Source: Customxait


Source: Agung Pramudya's Blog
Saturday, April 21, 2007
Pameran Desain
Source: Kompas
Industri Kreatif Punya Potensi Besar
Jakarta, Kompas - Industri kreatif berpotensi besar untuk dikembangkan. Terlebih lagi saat ini terdapat kecenderungan gaya hidup yang memberi peluang betapa kemasan serta merek memberi nilai tambah tinggi.
Berbagai karya desain dipamerkan dalam acara "1001 Inspiration Design Festival" di Senayan City, 20-25 April 2007. Acara itu merupakan kerja sama British Council, majalah Concept, dan Digital Studio-School of Communication.
Industri kreatif dimaksud melingkupi bidang yang cukup luas, mulai dari muatan siaran televisi, film, animasi, desain produk, fashion, hingga situs internet. Seperti dikatakan Yudhi Soerjoatmodjo dari British Council, Jumat (20/4), sekitar 50 persen konsumsi di seluruh dunia berasal dari industri kreatif. Di Inggris, industri kreatif menjadi sektor kedua terbesar setelah perbankan dan menyerap banyak tenaga kerja. Industri kreatif berpotensi untuk dikembangkan dan trennya akan semakin menguat.
"Berbeda dengan industri berbasis minyak bumi atau sumber daya alam lain yang rentan habis jika dieksploitasi, industri kreatif justru tidak akan habis dan semakin berkembang," katanya.
Djoko Hartanto dari majalah Concept menambahkan, kreativitas menambah nilai dan mempertinggi harga karena di dalam desain ada unsur ide, emosi, dan inovasi. Industri kreatif juga tidak selalu identik dengan padat modal. "Tidak selalu dibutuhkan modal besar untuk memulainya karena yang terpenting kreativitas dan kompetensi sumber daya manusianya," kata Djoko.
Director Digital Studio College Andi S Boediman mengatakan, sebetulnya potensi industri kreatif di Indonesia sangat besar. Terlebih lagi terdapat berbagai daerah dengan berbagai budaya yang memperkaya dan melatarbelakangi kekhasan desainnya.
Hanya saja, permasalahannya masih kurang jaringan atau networking. Dia mengatakan, setiap tahunnya terdapat sekitar 2.500 lulusan dari sekitar 50 jurusan desain komunikasi visual di berbagai lembaga pendidikan, sementara peserta baru mencapai 30.000 orang setiap tahun. (INE)
Friday, April 20, 2007
1001 Inspiration @ Senayan City
Exhibition:
20-25 April 2007, Senayan City
1. Pameran dan Lomba 1001 cover Concept.
Alami sendiri bagaimana rasanya jadi pemecah rekor dunia. 1001 cover majalah yang berbeda dalam satu edisi? Mengapa tidak? Concept bikin gebrakan lagi dan kali ini menembus rekor dunia! Lihat karya-karya terbaik desainer muda Indonesia dan temukan siapa-siapa saja yang berhasil masuk ke dalam Hall of Fame pemecah rekor dunia ini dan bukan gak mungkin kamu adalah salah satunya. Jangan cuman hadir ... Ikut dan alami sendiri rasanya pengalaman sekali seumur hidup jadi pemecah rekor dunia ...
2. Digital Studio Fair
Kalo kamu kepingin tahu lebih banyak soal komputer grafis, seluk-beluknya, serta tips dan trik jitu maka kamu gak boleh melewatkan Digital Studio Fair. Simak karya-karya terbaik 50 orang jebolan Digital Studio College dari berbagai jurusan; Desain Grafi s, Advertising, Animasi, Multimedia dan Film.
3. Love and Money
Saksikan 160 karya terbaik 20 desainer top Inggris secara langsung! Sebut saja Zaha Hadid, Tom Dixon, Jamie Hewlett, Rockstar Games, dan masih banyak lagi! ‘Love & Money’ sendiri adalah pameran yang diselenggarakan oleh British Council dan telah berkelana di seluruh dunia; Jepang, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, dan New Zealand. dan kini hadir di Indonesia. Temukan indahnya karya-karya multi disipilin desain hasil kolaborasi antara seni dan komersial.
Thursday, April 19, 2007
Kongres Adgi 2007: Program Lokomotif Industri

Kongres Adgi 2007 yang dilaksanakan pada tanggal 19 April 2007 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, mencatat bahwa Adgi sebagai organisasi desain grafis untuk para profesional akan dibawa untuk mewakili profesi desain grafis sebagai profesi yang terhormat.
Sebelumnya Adgi dipimpin oleh Presidium yang teradiri atas Danton Sihombing (Inkara Design), Hermawan Tanzil (Leboye), Lans Brahmantyo (Afterhours), Hartjarjo B. Wibowo dan Andi S. Boediman (Digital Studio). Selama setahun bertugas, aktivitas Adgi bertujuan untuk memberikan awareness tentang organisasi dan bertujuan membangun industri desain grafis.
Program Lokomotif Adgi, dirancang oleh Danton SihombingKetua baru terpilih adalah Danton Sihombing memiliki program Lokomotif yang akan menjadi rencana kerja Adgi ke depan. Terdapat 3 program yang menjadi rencana kerja Adgi. Program upstream membuat analisa dan perencanaan kebijakan terhadap industri. Program midstream adalah program komersial untuk menghasilkan dana operasional melalui kerjasama dengan pihak ketiga. Program downstream adalah membangun chapter-chapter asosiasi desain di berbagai kota.
Sukses untuk mas Danton dan seluruh tim Adgi!
duduk: Iwan Ramelan (Fortune), Djodjo Gozali (Fortune), Gauri Nasution, Priyanto S. (ITB) dan Irvan A. Noeman (BD+A). Danton Sihombing sebagai Ketua Adgi berdiri di antara mas Pri dan kang Irvan.
Tuesday, April 17, 2007
Inspiration Light Up @ Crowne Plaza
Inspiration Light Up
17-19 April 2007
Akhirnya pencerahan yang kamu nanti-nantikan itu hadir! Inspiration Light Up: Secrets from the Creative Maven dijamin akan membuat listrik dalam otak kanan kamu meloncat-loncat bahkan meletusletus layaknya petasan cina atau senapan mesin.
Inspiration Light Up berlangsung selama 3 hari di Crowne Plaza, Jakarta dan mengundang pembicarapembicara kondang dari luar dan dalam negeri. Sebut saja Birger Linke (Creative Director JWT Vietnam), Phil Mitchell (Infinite Frameworks), Patrick Cheah (DPC Design), Arief Budiman (Petak Umpet), Chirstian Tirtha & Lucas Ho (Progres Animation), Calvin Kizana (Elasitas), Djoko Hartanto (Concept), Andi S. Boediman (Digital Studio)
Di hari yang ke-3, Adobe juga akan berlaga di Seminar ini. Yang seru adalah seminar Adobe ini gratis! Ya, gratis untuk 100 orang pendaftar pertama. Jadi tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri untuk pemesanan tiket dan bersiaplah untuk menerima pencerahan kreatif itu.
Saturday, April 07, 2007
Love & Money @ 1001 Inspiration
After its’ success at the Pelita Harapan University Design Week, the Love and Money exhibition is coming to Jakarta’s newest and most stunning mall, Senayan City.
Taking part in the 1001 Inspirations Design Festival, this once-in-a-lifetime exhibition feature over 160 designs items –from animations to architecture, from furniture to real scooter, and from computer games to jewellery.
It took over three containers to bring it to Indonesia.
Organised in partnership with the Digital Studio College and Concept Magazine, the exhibition showcases 20 of the most globally well-known and commercially successful UK designers. This includes Jamie Hewlett (creator of the Gorillaz), Rockstar Games (Grand Theft Auto), architect Zaha Hadid, designer Tom Dixon (Habitat), and fashion’s dynamic duo Eley Kishimoto.
The exhibition brought to Indonesia the most tangible proof of UK’s expertise and experience in developing a world-class creative economy and highlights the culmination of BC Indonesia’s 2006-2007 creative industry programmes.
Today, the creative industry is the second largest sector in the UK after banking, contributing £ 121.6 billion per year to the country’s economy.
The exhibition’s exciting five day programme includes talk show with Eley Kishimoto, the Digital Studio exhibition, and a Debenham’s fashion run. The 1001 Cover Concept competition, meanwhile, is to be awarded a prize by the Indonesian Record Museum as the only magazine featuring the most cover designs within one edition.
The festival and UK exhibition is garnering strong government and industry support with sponsorship by the Department of Trade, Indonesian Design Power, Chevrolet, Metro TV, Adobe, Senayan City, Hewlett-Packard, and various professional and media partners.
Designers exhibiting in Love & Money:
- 4Creative
- Adams Kara Taylor
- Ben Wilson Design
- Eley Kishimoto
- Established & Sons
- Foreign Office Architects
- Graphic Thought Facilities
- Industrial Facility
- Jamie Hewlett/Gorillaz
- Studio Myerscough
- Neutral
- Nexus Productions
- Penguin Books
- Rockstar Games
- Shaun Leane
- The Guardian
- Heatherwick Studio
- Tom Dixon Limited
- TopShop
- Zaha Hadid Architects
- UK Trade & Investment
- Design UK
Saturday, January 27, 2007
Seminar & Demo Rekayasa Foto Digital di Be Mall - Bandung
________________________
Source: Brave New Girl | Catatan Harian Kupu-kupu
Sabtu 27 Januari 2007 kemarin, aku dan temanku mengikuti Seminar Rekayasa Foto Digital dan Manfaatnya Bagi Kita di Be Mall - Bandung. Dengan pembicara : Andi S.Boediman (Digital Studio), KRMT Roy Suryo (Pakar Multimedia) dan Taufik Dasaad (Photografer Profesional & Principal ME Photography Courses).
Aku mengikuti seminar ini karena ada bahasan tentang Adobe Photoshop dan ingin melihat Roy Suryo secara langsung yang biasa dilihat di TV. Seru, karena suasana seminar dibuat senyaman mungkin. Dengan jumlah peserta yang hampir 500 orang. Dari jam 9.30 am - 5.00 pm, badan terasa sakit karena tempat duduknya tidak nyaman :D. Sedangkan aku pergi dari rumah jam 6.30 am, mengantar Aldi ke sekolah, lalu menjemput temanku dan langsung pergi ke Be Mall. Pulang ke rumah hampir jam 9 pm. Phew...capek he he he...
Lumayan aku sedikit lebih bisa menggunakan Adobe Photoshop sekarang. Karena tadinya aku hanya bisa menggunakan Adobe Imageready (kebalik ya huahaha). Lucunya pembicara Andi S.Boediman ternyata pengarang buku yang sempat bukunya aku pegang beberapa minggu lalu waktu pergi ke Gramedia. Sekarang aku tahu harus membeli buku yang mana :-].
Ketika giliran Bapak Roy Suryo yang menjadi pembicara, tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga sampai pada jam akhir seminar. Kurang durasinya, ingin nambah lagi, karena seru az mendengarkan beliau berbicara (diselingi dengan pengalaman2nya). Lucunya sehabis acara, para peserta berlomba minta tanda tangan & berfoto dengan beliau. Sewaktu diskusi dengan Uda via sms "Memang pantas beliau jadi pakar multimedia sejati". Bagaimana tidak, di akhir acara, beliau menampilkan gambar rumahnya dengan 7 buah parabola di atas atapnya. Salut, Pak :-). Kapan-kapan seminar di Bandung lagi ya, Pak, he he he...
Tuesday, November 14, 2006
Design That Works Seminar + ADGI Chapter Surabaya Launching
Source: Surabaya Design Forum
Surabaya 14 September 2006 'nov' mendapat kesempatan hadir di Seminar yang digabung dengan launching ADGI chapter Surabaya. Acara dihelat di Mandarin Oriental Hotel / Hotel Majapahit dengan menghadirkan nara sumber dan parade poster finalis ADGI dengan mengambil tema Light Up The Spirit !.
Seminar terbagi membagi beberapa sesi, dengan 3 orang speaker :
- Lans Brahmantyo ( After Hours Group ) Creativity that communicates
- Sakti Makki ( Makki-makki Branding Consult) Building powerful brand expression through strategic branding program
- Hermawan Tanzil ( LeBoYe ) Inside Graphic House-Inspiration+Mind+Soul
Overall acara berlangsung sangat hidup dan menarik, dari kapasitas maksimal ruang Balai Adhika full dengan semua peserta. Pertama kali setiap peserta harus registrasi ulang+mendapatkan kit dari para sponsor, lalu memasuki lorong parade poster dilanjutkan dengan pemotretan langsung untuk sertifikat.
Mr. Lans Brahmantyo sebagai speaker yang mendapat kesempatan pertama membawakan materi "Creativity that communicates" dengan membawakan beberapa portfolio diantara dari Istana Kepresidenan RI yaitu Rumah Bangsa Project. Dalam materi inti yang disampaikan adalah bagaimana sebuah karya creative tetap memiliki sebuah message atau mampu berkomunikasi.
| Inventive | Getting the message across | |
| Imaginative | ||
| Experimental | ||
| Artistic | ||
| Expressive | ||
| Innovative | ||
| Inspiring | ||
| Visionary | ||
| Enterprising | ||
| Resourcefull | ||
Selanjutnya disambung dengan coffe break, hhmmm... karena jumlah peserta cukup banyak untuk sesi yang satu ini dan makan siang nanti para peserta harus berjubelan, mengantri untuk mendapat camilan, kopi atau teh. Walalu begitu nampaknya semua tetap kebagian bahkan ada yang terlena sampai lupa bahwa waktu sudah memasuki saat Mr. Sakti Makki sudah akan memulai presentasinya.
Dari pengamatan 'nov' ' Building powerful brand expression through strategic branding program' mendapat perhatian serius dari peserta. Mr. Sakti Makki benar-benar sakti, dengan membawakan case study project rebranding Bank BTPN yang saat ini sedang ditangani oleh MakkiMakki Branding Consult. Proses-proses rebranding yang disampaikan sangat detail dan sayangnya materi tidak dapat dishare karena memang masih bersifat confidential coz project masih belum usai. Inti dari presentasi ini, dalam sebuah proses branding terdapat 3 aspek penting yang harus dilakukan dengan baik, yaitu Perilaku, Ekspresi dan Komunikasi dannnn untuk proses Ekspressi dan Komunikasi brand hampir dipastikan selalu terkait dengan aspek Desain.
Pengalaman Coffe Break pada jam sebelumnya nampak beberapa peserta cukup bisa belajar, begitu mengintip lunch sudah siap mereka curi start duluan agar tak perlu berdesak-desakan antri lunch.
Sebagai speaker terakhir Mr. Hermawan Tanzil ( LeBoYe) membawakan 'Inside Graphic House-Inspiration+Mind+Soul' sebuah presentasi yang menarik dengan membawakan beberapa portfolio yang telah mendapatkan penghargaan international. Inti dari yang ingin disampaikan adalah, Sebuah desain yang bisa membuat hidup lebih indah, kaya dan berarti, 'Design Is My Life - Hand, Brain, Heart'.
Dalam setiap sesi speaker selalu diberikan kesempatan tanya jawab yang benar2 dimanfaatkan peserta dengan baik. Sebagai akhir dari rangkaian acara adalah pembagian doorprize dari para sponsor + launcing ADGI Chapter Surabaya.
Awalmula ADGI Sby ini adalah komunitas desainer surabaya dengan initial IDEAS yang telah lama vakum demikian juga dengan ADGI Chapter Jkt yang pernah beberapa belas tahun vakum juga, namun alhamdulillah setelah direvitalisasi bangkit lagi dengan kegiatan-kegiatan yang sejatinya memang diperlukan para designer.
Dalam sela-sela seminar 'nov' mendapat kesempatan ngobrol gayeng dengan salah satu presidium dan team revitalisasi ADGI Andi S. Boediman.
Nov : Pak opo sih resep membentuk komunitas dan menjaga agar tetap hidup
ASB : Cuma 1 ..!! Komitmen..!!! untuk membentuk, menumbuhkan dan menciptakan komitmen itu juga butuh waktu. Kalau satu hal itu dapat dilakukan yang lain bisa jalan sendiri.
Nah itu mungkin PR besar buat SDF, ADGI atau komunitas apapun agar tetap bisa solid dan hidup.
Sipapapun dan apapun bentuknya semoga dapat saling mengisi, memberi, menciptakan kondisi yang baik bagi para designer. Light Up The Spirit !!