Sunday, October 26, 2008

Potensi Industri Kreatif di Surabaya?

Tanya:

Menurut bapak sebagai pengamat industri kreatif, industri kreatif yang berkembang di Surabaya apa ya pak? Soalnya saya kemarin survey ke disperindag Surabaya, tidak ada pengklasifikasian tentang hal ini. bahkan mereka tidak familiar soal ini.




Jawab:

Kekuatan utama dari industri kreatif bukanlah coverage pada bidang industrinya, tetapi menurut saya terletak pada intellectual property exploitationnya, artinya dengan menciptakan karya, si kreator berhak atas royalti atas eksploitasi karya itu di kemudian hari.

Jangan mengharapkan untuk mendapatkan referensi dari Departemen karena mereka tidak punya latar belakang yang kuat di dalam mengamati trend yang terjadi. Mereka hanya berorientasi kepada industri yang sudah jadi, bukan yang baru akan berkembang.

Saya melihat subsektor dari industri kreatif yang bisa dikembangkan di Surabaya adalah Musik. Khususnya musik rock memiliki basis yang amat besar di Jawa Timur. Malang merupakan tempat yang menghasilkan band-band kreatif. Surabaya sendiri merupakan pasar musik rock yang sangat besar. Soundrenaline adalah acara yang merupakan wujud dari ekspresi ini.

Dari subsektor yang lain saya kurang melihat kontribusi signifikan dari Surabaya. Tetapi jika memperlebar pemahaman bahwa tujuannya adalah eksploitasi dari intellectual property, saya melihat mengapa membatasi industri kreatif hanya terbatas pada subsektor yang ada (Advertising • Live and recorded music • Architecture • Performing arts and entertainments • Crafts, designer furniture • Television, radio and • Fashion clothing internet broadcasting • Film and video • Visual arts and antiques production • Writing and publishing • Graphic design • Leisure software & computer games)

Ini jika dilihat dari subsektornya. Tetapi jika dipahami value chainnya, sentra industri kreatif bukanlah hanya dari kaca mata produksi, tetapi juga komersialisasi dan eksploitasi properti intelektual.

Potensi Surabaya cukup banyak. Surabaya adalah trade center melalui pelabuhan dan banyak yang menyebutnya sebagai gerbang ke Indonesia timur. Seberapa banyak orang/komunitas/asosiasi/pemerintah Surabaya yang memahami konsep ini? Caranya sebenarnya mudah, tinggal mendekati sentra-sentra industri kreatif di seluruh Indonesia Timur dan memberikan fasilitas kepada mereka untuk memiliki kantor representatif di Surabaya. Tujuannya adalah produsen bertemu dengan calon konsumen. Surabaya tinggal menciptakan pameran-pameran yang menampilkan produk2 industri kreatif dari Indonesia Timur yang saya yakin jumlahnya banyak sekali. Hongkong dan Singapura menggunakan model ini.

Selain itu olahraga juga memiliki kontribusi kuat. Manchester United membuktikan kepada dunia bahwa olahraga bisa dijual sebagai destination. Orang datang untuk melihat stadion, mengkoleksi kaos, maskot, dll. Surabaya adalah penggila bola yang luar biasa. Mengapa Persebaya tidak bisa dibranding seperti ini? Apa yang dibutuhkan? Jawabannya adalah musim kompetisi yang konsisten dan dipasarkan dengan baik. Ini merupakan pasar komunitas dan akan sangat banyak mendapat dukungan sponsor.

Penyebaran agama Islam berasal dari Gresik. Ini sangat bisa digunakan sebagai tujuan wisata. Contohnya adalah AA Gym tadinya memiliki lokasi tetirah yang dikunjungi oleh ribuan pengunjung. Mengapa Surabaya tidak mengembangkan wisata religius bekerja sama dengan Gresik.

Arsitektur berbasis budaya juga menarik jika bisa dikembangkan dengan baik. Contohnya adalah di Malang banyak turis datang dari Belanda karena romantika masa lalu. Ini bisa dikembangkan dengan mengangkat kembali budaya warisan kolonial (kuliner, tarian, musik, foto, dll) dan dihidupkan kembali. Buktinya hotel Tugu Park, Toko Oen di Malang sukses. Di Surabaya hal ini juga banyak tetapi sudah dilupakan.

Surabaya disebut sebagai kota pahlawan. Mana suasananya? Apakah ada tempat untuk benar-benar 'Experience' heroisme ini? Apakah ada performance atau tempat untuk ini? Sura dan Baya sebagai simbol tidak dikembangkan. Apa artinya. Bagaimana experiencenya?

Perlu diingat bahwa alasan orang datang ke suatu tempat dan alasan orang tinggal di satu tempat itu memiliki 2 alasan yang berbeda. Alasan orang datang adalah Acara. Alasan orang tinggal adalah Suasana. Apakah Surabaya sudah mengembangkan adanya program2 untuk membuat orang datang secara rutin misalnya konser, exhibition, performance, dll. Sedang alasan orang tinggal adalah membangun infrastruktur dan konsep yang menarik agar orang betah.

Banyak sekali pekerjaan rumah yang DAPAT dilakukan untuk membangun konsep industri kreatif di Surabaya.

Salam,

Andi S. Boediman

2 comments:

  1. Pak Andi, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak ("pencerahan" bagi saya)
    Saat ini saya sedang mengerjakan Tugas Akhir tentang penentuan subsektor Industri Kreatif yang potensial di Jawa Timur berdasarkan keterkaitan dengan sektor2 lain.
    namun saat ini kesulitan dalam mendapatkan data2 yang mendukung termasuk dari instansi2 terkait.

    mohon saran dari bapak..
    - apakah lingkup yang saya bahas masih terlalu luas dan vague untuk didefinisikan..
    _ dari pengamatan saya industri kreatif di jawa timur masih didominasi sektor kerajinan dan fashion (esp: aksesoris), bgmn menurut bpk?

    saran dari bapak akan sangat bermanfaat bagi saya.

    Terimaksih
    Salam


    Apa lingkup yang saya bahas ma

    ReplyDelete
  2. Setiap daerah akan punya kekuatan sendiri-sendiri. Dalam hal ini, jangan mengharapkan untuk mendapatkan data dari pemerintah karena hal ini masih terlalu baru dan masih jarang yang memahami potensi dari industri kreatif.

    Saran saya adalah berangkat dari hipotesis atas studi kualitatif dan dilakukan penelusuran terbalik. Jadi hipotesis dibuktikan dengan eksistensi industri melalui tracking atas pelaku.

    Jika benar-benar ingin bahwa temuan Anda bukan sekedar untuk tugas di kampus, tracking ini silakan dipublikasikan melalui blog dan sampaikan secara terbuka apa ekspektasi dari pelaku industri dan bagaimana Anda sebagai mahasiswa memberikan usulan solusi praktis atas masalah ini. Jangan berharap terlalu banyak dari pemerintah apalagi jika temuan pada akhirnya hanya berupa statement 'diperlukan adanya dukungan dari instansi terkait'. Ini adalah temuan yang sama sekali tidak berguna.

    Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini untuk memberikan kontribusi nyata berupa pemikiran ataupun usulan kegiatan atau langkah yang bisa dilakukan tanpa dukungan dari pihak ketiga.

    Salam sukses,

    Andi S. Boediman

    ReplyDelete